Ada Manipulasi Data Setoran PDAU Sidoarjo

Syaikhul Hadi    •    Senin, 10 Jul 2017 13:46 WIB
dugaan korupsi
Ada Manipulasi Data Setoran PDAU Sidoarjo
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rizal)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Penyidik Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Jawa Timur menyebut ada dugaan manipulasi data setoran keuangan pada Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU). Fakta itu berdasarkan hasil pemeriksaan forensik telepon seluler beserta saksi-saksi.

Kepala Kejari Sidoarjo M. Sunarto mengatakan tim penyidik terus mengumpulkan bukti-bukti atas dugaan kasus korupsi di perusahaan plat merah kabupaten Sidoarjo tersebut.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan audit forensik handphone milik tersangka, ada dugaan manipulasi data setoran," ujar Sunarto, Senin, 10 Juli 2017.

Baca: Setoran dari PDAU Sidoarjo Minim

Sedangkan untuk hasil forensik komputer jinjing, pihaknya mengaku masih menunggu hasil dari tim Forensik Polri. Manipulasi data yang dimaksud, lanjut Sunarto, adanya laporan keuangan yang sudah diatur sedemikian rupa agar kebobrokan di tubuh perusahaan plat merah tak sampai bocor.

"Ini dari komunikasi saksi yang  menyebutkan bahwa laporan utang bisa disiasati (laporan sektor gas)," katanya.

Dari beberapa laporan yang ada, utang kepada Menteri Keuangan dan rekanan Duta Trans Asia (DTA) disebut nol persen. Sedangkan kepada PT. Lapindo Brantas tak bisa di-nol persen-kan. Jumlahnya mencapai Rp1,7 miliar.

"Kalau yang lain masih bisa disiasati. Utang kepada Lapindo tidak bisa di-nol-kan," ujarnya sembari menunjukkan bukti komunikasi antara auditor independen dengan para tersangka.

Baca: Dugaan Korupsi Perusahaan Daerah Aneka Usaha Naik Status ke Penyidikan

Selain itu, dalam komunikasi ponsel yang disita menyebutkan syarat dengan muatan politis. Bahkan, skandal korupsi yang merugikan negara hingga puluhan miliar itu dianggap suatu perbuatan jahat.

"Komunikasinya ini sarat politis, memang jahat. Sabar, badai pasti berlalu. Siapapun yang terlibat, pasti kami tindak," tegasnya.

PDAU Sidoarjo mengelola beberapa unit bisnis, dari properti hingga gas. Kejari Sidoarjo fokus pada penyidikan di Delta Grafika, Delta Gas, dan Delta Properti.


(SAN)