Pilgub Jatim 2018

Survei Pilgub Jatim: Azwar Anas Cawagub Terfavorit

Meilikhah    •    Kamis, 03 Aug 2017 22:03 WIB
pilgub jatim 2018
Survei Pilgub Jatim: Azwar Anas Cawagub Terfavorit
Wagub Jatim Saifullah Yusuf (kanan) selaku Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kiri) membuka

Metrotvnews.com, Surabaya: Bursa calon kontestan Pilgub Jawa Timur didominasi Saifullah Yusuf, Tri Risma Harini dan Khofifah Indar Parawansa. Lantas siapakah yang dinilai paling layak disandingkan dengan tiga tokoh kuat itu sebagai bakal calon wakil gubernur baru Jawa Timur?

Jawabannya menurut kesimpulan hasil jajak pendapat Charta Politica terhadap bursa Pilgub Jatim adalah Abudullah Azwar Anas. Nama pria yang kini menjabat sebagai Bupati Banyuwangi itu dipilih sebagai bakal cawagub Jatim oleh 12,5 persen responden, disusul Said Abdullah (6,6 persen) dan Abdul Halim Iskandar (6,2 persen).



Pada simulasi pilihan terbuka tingkat keterpilihan Saifullah sebesar 21 persen, Risma 12,8 persen dan Khofifah 10,5 persen. Di tahap simulasi pilihan tujuh nama dukungan terhadap Saifullah meningkat menjadi 34,4 persen sementara Risma 26 persen dan Khofifah 19,4 persen. Di tahap simulasi pilihan lima nama Saifullah (34,6 persen), Tri Risma (26,8 persen) dan Khofifah (19,7 persen) Dua nama lain, Azwar Anas dan  hanya mendapat dukungan kurang dari 5%.

Selama tiga tahap itu Azwar Anas konsisten berada di peringkat empat dengan keterpilihan secara berturut-turut  2,3 persen lalu 4,1 dan 4,4 persen. Tingkat elektabilitasnya sebagi bakal calon gubernur Jatim tercatat sebesar 3,7 persen. Di peringkat berikutnya ada nama Hasan Aminuddin.



Perlu diingat bahwa peta dukungan demikian masih dinamis sekurangnya karena dua hal. Pertama, survei dilakukan pada fase off-election ketika konfigurasi dan konteks persaingan belum terbentuk. Pemilih masih bebas memilih tanpa perhitungkan faktor parpol pengusung atau kebijakan yang akan diusung. Kedua, faktor kandidat yang benar-benar akan berkompetisi dan pasangan yang dipilih berpotensi bisa menggeser arah dukungan.

"Pilihan warga bisa saja berubah ketika ada nama baru dimunculkan atau ada nama calon yang diunggulkan justru tidak jadi berkontestasi," papar Yunarto Wijaya dari Charta Politika dalam surat elektronik.

Mayoritas responden mengaku puas dengan capaian duet Pakdhe Karwo - Gus Ipul. Namun pengganti duet yang bertahan dua periode tersebut  wajib lebih kompeten dalam mengatasi permasalahan ekonomi (59 persen), mampu memberantas korupsi (12,3 persen) dan memberi pelayanan yang baik (9,1 persen). Maka warga pun mensyarakat calon pemimpin yang bisa dipercaya (29,4 persen), bebas dari korupsi (18,1 persen) dan perhatian kepada rakyat (15,9 persen).



Survei dilakukan pada 15-20 Juni 2017 dengan jumlah sample sebanyak seribu yang ditarik dengan metode multistage random sampling. Responden diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang terlatih. Toleransi kesalahan (margin of error) survei ini sebesar + 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


 


(LHE)