Polisi Hentikan Kasus Investasi Yusuf Mansur

Syaikhul Hadi    •    Minggu, 01 Oct 2017 11:50 WIB
investasi
Polisi Hentikan Kasus Investasi Yusuf Mansur
Jaman Nur Chotib atau yang lebih dikenal sebagai Ustaz Yusuf Mansur -- MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Surabaya: Kasus dugaan penipuan investasi Condotel Moya Vidi dengan terlapor Jaman Nur Chotib atau yang lebih dikenal sebagai Ustaz Yusuf Mansur dihentikan. Kasus dihentikan karena polisi belum cukup bukti.

"Perkara dengan terlapor Ustaz Yusuf Mansur telah kita keluarkan SP3 (Surat Permohonan Penghentian Perkara)," kata Kepala Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim AKBP Yudhistira di Surabaya, Jawa Timur, Minggu 1 Oktober 2017.

(Baca: Kasus Investasi Yusuf Mansur Naik ke Penyidikan)

Menurut Yudhistira, pihaknya sudah beberapa kali melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan dokumen yang dimiliki Kepolisian, penyidik menyimpulkan bahwa Yusuf Mansur tidak terbukti melakukan penipuan dan penggelapan, sebagaimana yang dituduhkan pelapor.

"Pertama, keliru mengenai orang yang dimaksud (error in personal: istilah hukum). Artinya, tidak ada hubungan antara terlapor dengan korban. Kedua, penyidik juga tidak menemukan cukup bukti adanya unsur pidana, sebagaimana pasal yang dilaporkan korban," jelas Yudhistira.

Sehingga, lanjut Yudhistira, Kepolisian memutuskan menghentikan kasus tersebut.

(Baca: 16 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Investasi Yusuf Mansur)

Kasus ini bermula dari laporan sejumlah peserta program Investasi Condotel Moya Vidi ke Mapolda Jatim pada Juni 2017. Pada program investasi Condotel Moya Vidi, Yusuf Mansur menawarkan investasi berbentuk sertifikat dengan harga Rp2,75 juta per lembar. Sertifikat disertai skema keuntungan yang dijanjikan.

Belakangan, program investasi itu dialihkan untuk bisnis hotel, bukan condotel seperti yang disebut dalam perjanjian. Akibatnya, para nasabah merasa tidak puas dalam penyelenggaraan program investasi yang hanya diberitahu melalui website.


(NIN)