Garam di Kalianget Sumenep Mencair

Rahmatullah    •    Kamis, 27 Jul 2017 17:29 WIB
garam
Garam di Kalianget Sumenep Mencair
Petani garam di Kalianget Sumenep beristirahar usai panen, MTVN - Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Garam di Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Jawa Timur, mencair usai diguyur hujan deras sejak tadi malam. Bahkan saat ini, mendung masih menyelimuti wilayah tersebut. Petani kini dihantui kerugian.
 
“Garam yang sudah siap dipanen mencair lagi. Tentu saja ini petaka bagi para petani, karena mereka pasti gagal panen,” terang Kepala Desa Pinggir Papas, Abd Hayat, Kamis 27 Juli 2017.
 
Hayat menjelaskan lahan penggaraman di wilayahnya lebih luas daripada rumah penduduk. Bahkan penduduk di sana notabene sebagai penghasil garam. Tiap tahun harga garam mereka dihargai rendah. Hanya tahun ini para petani bisa menikmati hasil melimpah dari keringat yang dikeluarkan. Tapi karena diguyur hujan, akhirnya petani harus merugi.
 
Hayat meyakini harga garam anjlok, karena kualitasnya jelek usai diguyur hujan. Dia berharap cuaca kembali normal seperti sediakala.
 
“Kasihan masyarakat yang kebanyakan petani garam. Sumber penghasilan mereka harus rusak gara-gara hujan,” ujar dia.
 
Untuk musim ini, kata Hayat, harga 1 kilo gram garam sebesar Rp3.500. Jika menghabiskan 1 ton garam, maka petani bisa mengantongi uang sebesar Rp3,5 juta.
 
Sementara petani garam setempat, Abdurrahman, mengaku sudah memanen garamnya tiap hari. Hal itu untuk mengantisipasi turunnya hujan yang tidak disangka. Tapi karena saat ini hujan turun sejak malam hari, maka sebagian garamnya mencair.
 
“Semoga cuaca normal lagi. Karena baru sekarang harga garam bagus,” terang Rahman.
 
Selain karena mengantisipasi turunnya hujan, lanjut Rahman, garam dipanen tiap hari juga untuk memenuhi permintaan. Dia menyebut saat ini banyak permintaan garam, sehingga menyebabkan harga jual sesuai harapan.


(RRN)