Pedagang Pasar Porong Baru Taksir Kerugian Agar Dapat Bantuan

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 11 Nov 2016 15:11 WIB
kebakaran
Pedagang Pasar Porong Baru Taksir Kerugian Agar Dapat Bantuan
Kebakaran Pasar Porong Baru Sidoarjo beberapa waktu lalu. Foto: Metrotvnews.com/Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Para pedagang mulai mendata kerugian akibat kebakaran di Pasar Porong Baru Sidoarjo, Jawa Timur. Pendataan dimaksudkan agar para pedagang mendapatkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Sidoarjo. 

"Iya benar, mulai sekarang kita data. Nama, tempat tinggal, kerugiannya sampai berapa? Itu kita catat di sini," kata Koordinator pedagang Blok G1, Pasar Porong Baru Sidoarjo, Jumat (11/11/2016). 

Menurutnya, pendataan ini merupakan inisiatif pedagang supaya bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. "Agar dapat bantuan renovasi," ujarnya.

Hal senada disampaikan pedagang bumbu masak, Sariwati. Ia menginginkan agar pemerintah memikirkan kerugian para pedagang akibat kebakaran.

"Kalau bisa sih jangan hanya renovasi. Mungkin dengan pendataan ini pemerintah bisa bantu untuk modal kita yang sudah habis terbakar," kata Sariwati berharap. 

Baca: Pasar Porong Baru Sidoarjo Terbakar

Koordinator Pasar Porong Baru, Sugiyono, membenarkan adanya pendataan ini. Menurutnya pendataan dimaksudkan untuk merelokasi para pedagang ke tempat sementara. 

Meski begitu, pihaknya masih belum tahu akan direlokasi di mana para pedagang yang terdampak. Apalagi jumlah korbannya amat banyak.

"Insya Allah kalau bisa kita tempatkan di parkir sebelah selatan maupun timur," kata Sugiyono. Untuk bantuan, ia belum mengetahui pasti apa yang akan dibantu pemerintah.

Baca: Pasar Porong Baru Sidoarjo Terbakar, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, mengatakan pemerintah kabupaten masih berfokus merenovasi lokasi pasar yang terbakar. 

"Bantuan apalagi? Untuk renovasi saja habisnya pasti banyak. Sudah, renovasi itu urusannya pemerintah. Saya buat yang lebih bagus lagi nanti," kata dia.

Pasar Porong Baru, Sidoarjo, Jawa Timur, terbakar Selasa 8 November. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di salah satu toilet umum. Kebakaran ini menghanguskan ratusan kios pedagang.


(UWA)