Polres Sidoarjo Bantah Ada Kedekatan Calon dengan Petugas

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 14 Oct 2016 15:54 WIB
ott di kemenhub
Polres Sidoarjo Bantah Ada Kedekatan Calon dengan Petugas
Polisi membawa motor milik calo yang ditinggalkan pemiliknya. Foto: Metrotvnews.com/Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Satuan Lalu Lintas Polres Sidoarjo, Jawa Timur, membantah adanya kedekatan calo dengan petugas Samsat Sidoarjo. Menurutnya, itu hanya akal-akalan calo untuk mengelabui pengguna kendaraan bermotor. 

"Tidak ada. Terserah mereka (calo) kalau mau berasumsi seperti itu," ucap Kasatlantas Sidoarjo, AKP Bayu Prasatyo, saat dihubungi, Jumat (14/10/2016).

Hari ini, sesuai instruksi Kapolri, Polres Sidoarjo merazia calo SIM dan STNK di sekitar Mapolres Sidoarjo. Razia dilakukan untuk menekan biro jasa yang semakin meresahkan masyarakat. "Tadi pagi sudah kami laksanakan. Kita merazia sejumlah titik yang ditengarai tempat calo," kata dia.

Saat razia sempat terjadi kejar-kejaran. Namun, tak ada satu pun calo yang tertangkap. Polisi hanya bisa menyita satu sepeda motor yang diduga milik calo yang sengaja ditinggal di pinggir jalan.

Di Sidoarjo, jasa calo masih dicari warga yang ingin cepat mengurus surat perizinan. "Ngurus di calo lebih gampang. Tinggal menyerahkan BPKB dan KTP. Kkita tinggal tunggu jadi," kata salah satu pengguna jasa asal Candi Sidoarjo, saat tengah mengurus surat tanda naik kendaraan-nya (STNK) yang hilang, di Kantor Samsat Sidoarjo, kemarin.

Maraknya persoalan pungutan liar dan keberadaan calo mencuat usai tertangkapnya pegawai Kementerian Perhubungan yang tengah meminta pungutan ke pengguna jasa pada Selasa 11 Oktober. Presiden Joko Widodo sampai turun untuk memantau aksi tangkap tangan yang dilakukan polisi itu. 

Beberapa jam sebelum aksi itu, di Istana Negara, Jokowi sudah meminta jajarannya menggencarkan operasi pemberantasan pungutan liar (OPP). OPP merupakan bagian dari paket kebijakan hukum untuk memperbaiki pelayanan terhadap masyarakat.

 


(UWA)