2 Orang Tewas Terseret Ombak Pantai Paseban

Kusbandono    •    Senin, 02 Apr 2018 15:43 WIB
tenggelam
2 Orang Tewas Terseret Ombak Pantai Paseban
ilustrasi-medcom.id

Jember: Empat warga Kabupaten Probolinggo tenggelam saat melakukan ritual penyembuhan di Pantai Paseban, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin 2 April 2018 dini hari. Dua korban ditemukan tewas.

"Satu orang masih hilang dalam pencarian, dan satu korban selamat," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Heru Widagdo kepada Medcom.id. 

Korban  tewas adalah Supri, 57,  dan Ahmad, 22. Korban selamat adalah Salam, 28, sedangkan korban hilang adalah Sunari, 26. Keempat korban merupakan warga Desa Roto Suko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

"Rombongan yang dipimpin oleh Kusnan, diikuti sembilan orang. Empat di antaranya perempuan. Mereka berangkat dari Probolinggo menuju Pantai Paseban untuk kegiatan ritual mengobati salah satu anggota rombongan bernama Alma yang sakit," tuturnya. 

Dalam aktivitas ritual itu, rombongan laki-laki mandi lebih dulu di Pantai Paseban lalu diikuti rombongan perempuan. 

Namun sebelum giliran perempuan tiba, ombak besar pantai selatan itu tiba-tiba muncul dan menyebabkan empat orang terseret ombak. 

"Tiga orang hilang terseret ombak, namun setelah ditunggu beberapa lama dua orang kembali ke Pantai Paseban dalam keadaan meninggal dan satu korban hingga kini belum ditemukan," jelas Heru.

Setelah kejadian itu, pimpinan rombongan, Kusnan meninggalkan Pantai Paseban dan berpamitan kepada istrinya untuk melakukan salat istikharah. Sementara dua jenazah korban dibawa ke Puskesmas Kencong.

"Saat ini anggota rombongan yang melakukan ritual tersebut dibawa ke Mapolsek Kencong untuk dimintai keterangan terkait kegiatan ritual dan kecelakaan laut yang terjadi di pantai selatan Jember itu," ujar Heru.

Nama-nama anggota rombongan yang mengikuti kegiatan ritual di Pantai Paseban yakni Kusnan, Sutriawati (istri Kusnan), Pai, Alma, Sumriyah, Toha, Latif, Rosit, Supri, dan Sunari yang semuanya merupakan warga Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.


(LDS)