BPJS Sidoarjo Gelontorkan Rp60 Miliar untuk Tagihan Bulanan

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 27 Sep 2018 19:19 WIB
bpjs kesehatan
BPJS Sidoarjo Gelontorkan Rp60 Miliar untuk Tagihan Bulanan
Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Sidoarjo, Dody Widodo. Medcom.id/Syaikhul Hadi

Sidoarjo: Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Sidoarjo menyebut rata-rata tagihan rumah sakit di Sidoarjo mencapai Rp60 miliar tiap bulannya. Tunggakan pembayaran klaim ke rumah sakit akhirnya bisa dibayar setelah pencairan dana talangan nasional sebesar Rp4,9 triliun.

"Ada beberapa RS yang dalam proses pembayaran. Saya kurang hafal. Yang jelas ada," kata Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Sidoarjo, Dody Widodo, Kamis, 27 September 2018.

Dia menyebut fenomena yang terjadi se-Indonesia ini bukan defisit, melainkan mismatch. Ada ketidakseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan yang ada dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

BPJS Kesehatan harus terus memberi pelayanan karena tak boleh menghitung untung rugi. "Karena ini program pemerintah, maka harus tetap dijalankan," tambah Dody.

Pemasukan rata-rata BPJS Kesehatan Sidoarjo mencapai Rp30 miliar per bulan. Meski begitu, pihaknya hanya bisa berusaha memaksimalkan pemasukan dari Sidoarjo.

Ada beberapa kebijakan yang bisa diambil pemerintah untuk menangani mismatch ini. Menaikkan iuran, mengurangi kemanfaatan BPJS Kesehatan, atay menyuntikkan dana.

Dana sekitar Rp4,9 Trilliun merupakan suntikan dana dari pemerintah untuk menyiasati tunggakan BPJS terhadap rumah sakit yang ada di seluruh Indonesia.

"Dana itu yang menjadi opsi pemerintah agar program ini tetap berjalan. Meski secara Nasional dirasa kurang, namun jumlah itu akan dibagi ke masing-masing daerah secara rata," tegas Dody.

Dia juga belum tahu pasti berapa angka yang akan digelontorkan untuk membayar tunggakan di RS Sidoarjo. Namun, pelaksanaan klaim dan pembayaran sudah berjalan sesuai ketentuan dalam perjanjian kerja sama (PKS).

Dalam kerja sama tersebut, BPJS akan dikenakan denda sebesar 1 persen per bulan dari total tunggakan yang ada. "Jadi, klaim masuk ke kita,kita verifikasi. Semisal kita telat setelah 15 hari sejak klaim dikirimkan, maka kita dikenakan denda 1 persen," terangnya.

Hingga saat ini, ada 17 rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Sidoarjo. Di antaranya, RSUD Sidoarjo, RS Siti Hajar, RS Mitra Keluarga, RS Anwar Medika, dan RS Siti Khadijah.

 


(SUR)