Kota Malang Siaga Bencana

Bagus Suryo    •    Minggu, 19 Nov 2017 12:27 WIB
banjirlongsor
Kota Malang Siaga Bencana
ilustrasi Metrotvnews.com

Malang: Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, menyatakan siaga bencana setelah hujan deras mengguyur kawasan setempat yang mengakibatkan banjir, longsor, pohon tumbang.

"Warga yang bermukim di lokasi rawan harus mewaspadai potensi bencana," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Hartono, Minggu 19 November 2017.

Pantauan kondisi lapangan terbaru, petugas menemukan talut di sejumlah titik tergerus arus sungai. Karenanya warga yang bermukim di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) atau di tebing bibir sungai, harus waspada.

BPBD mencatat banjir menggenangi tujuh rumah warga di Jalan MT. Haryono II, RT 02/RW 01. "Plengsengan Sungai Brantas juga longsor sekitar 12 meter, tepat di belakang rumah Mbah Sumar,97," ujarnya.

Kendati longsor di Jalan Permadi 32 RT 10/RW 4 Kelurahan Polehan, itu tidak ada korban jiwa, tapi bencana sebelumnya menggerus dinding rumah Samsul Arifin, warga Jalan Permadi, Kelurahan Polehan. Dinding dapur dan kamar tidur rumah itu ambruk akibat diterjang arus sungai.

Bahkan, angin mengakibatkan sejumlah pohon di Jalan Mayjend Sungkono dan Jalan Kawi, bertumbangan. Selain itu, dinding penahan jalan kampung di kawasan Gang Pulau Galang RT 14/RW 01, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, ambruk.

Arus Sungai Brantas juga menghantam talut di jembatan perbatasan Kelurahan Bunul dengan Kelurahan Sawojajar, Jalan Raya Sawojajar Gang IX RT 04/RW.02. Pohon-pohon bambu di areal itu rubuh.

Setelah hujan reda, warga di kampung Warna-Warni Jodipan, didukung tim tanggap darurat bencana gabungan BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bersama-sama kerja bakti membersihkan endapan lumpur.

Pemkot menyatakan siaga bencana lantaran tanah longsor pada pekan lalu menerjang perumahan Joyogrand Inside, Jalan Suko Agung Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, mengakibatkan seorang warga tewas.

"Kami mengimbau kepada warga untuk senantiasa berhati-hati, baik potensi rawan tanah longsor maupun rawan pohon tumbang. Terlebih banyak permukiman di Kota Malang di kawasan DAS serta banyaknya pepohonan di pinggiran jalan," imbuhnya.

Sementara Wali Kota Malang, Mochamad Anton, menyatakan semua pihak agar memaksimalkan siaga bencana di tengah curah hujan disertai angin.

"Titik bencana dan atau potensi bencana yang tahun kemarin terjadi, saya minta untuk terus dimonitor. Termasuk juga titik-titik rawan lainnya," katanya.

Wali Kota akrab disapa Abah Anton menjelaskan bencana adalah kejadian yang tidak terduga. Itu sebabnya diperlukan langkah antisipasi, termasuk membangun kesadaran untuk ramah lingkungan.

Intensitas hujan sedang sampai tinggi belakangan memicu debit Sungai Brantas, meluap di sejumlah titik. Dampaknya, volume air waduk pun meningkat.

Kepala Bagian Humas Perum Jasa Tirta 1, Kota Malang, Inni Dian Rohani mengungkapkan hasil monitoring kondisi muka air waduk di DAS Brantas dan Bengawan Solo, menunjukkan peningkatan volume.

Peningkatan volume itu terjadi pada Waduk Sutami dan Selorejo, Malang, masing-masing mencapai 17,056 juta meter kubik dan 4,894 meter kubik. Sedangkan volume Waduk Bening Madiun, meningkat 3,317 juta meter kubik, Waduk Wonorejo Tulungagung meningkat 7,575 juta meter kubik dan Waduk Wonogiri, Jawa Tengah, meningkat 4,871 juta meter kubik.


(ALB)