Banjir Sampang, Akses Utama ke Pamekasan Dialihkan

Amaluddin    •    Minggu, 25 Sep 2016 17:18 WIB
banjir
Banjir Sampang, Akses Utama ke Pamekasan Dialihkan
Banjir Sampang, Madura, Jatim pada April 2016. (Metrotvnews.com/Agus Josiandi)

Metrotvnews.com, Surabaya: Jalur utama yang menghubungkan pusat kota Kabupaten Sampang menuju Kecamatan Omben dan Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, ditutup. Hal itu disebabkan banjir yang merendam sejumlah desa, kelurahan, dan ruas jalan di Kabupaten Sampang.

"Kendaraan bermotor tidak bisa melintas, karena tingginya genangan air. Sehingga dari Pamekasan menuju Sampang dialihkan ke Jalan Syamsul Arifin," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Sudharmawan, kepada Metrotvnews.com, Minggu (25/9/2016).

Jalan yang terendam banjir di antaranya Jalan Sudirman, Imam Bonjol, Wahid Hasyim, Jalan Trunojoyo, Jalan Bahagia dan Jalan Melati. Pengguna jalan yang hendak ke Pamekasan dari Bangkalan atau sebaliknya harus lewat jalur alternatif.

Sementara, sejumlah ruas jalan lainnya di Kabupaten Sampang, mulai bisa dilalui. Hingga saat ini, ketinggian air di sejumlah daerah yang terendam banjir mulai surut, berkisar 15-20 sentimeter. "Alhamdulillah meski surutnya agak lamban, ruas-ruas jalan masih bisa dilalui," kata Darmawan. 

Banjir ini akibat meluapnya Sungai Kemuning, setelah diguyur hujan deras sekitar pukul 04.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB, Minggu pagi tadi.

Menurut Darmawan, banjir di Sampang kali ini masih relatif rendah di banding banjir yang terjadi pada Februari dan April 2016. Genangan air yang merendam Sampang lama surut karena kondisi air laut pasang. Sehingga, aliran Sungai Kemuning meluber ke jalan dan ratusan rumah penduduk.
 
"Kondisi ketinggian air laut Selat Madura pada Februari lalu mencapai 1,5 hingga 2 meter. Sementara kondisi terkini September, tinggi gelombang laut mencapai 0,3 hingga 1 meter. Banjir yang terjadi sekarang tidak seekstrem pada Februari lalu," katanya.

Dengan kondisi itu, Darmawan memprediksi ketinggian air yang menggenangi ruas jalan dan pemukiman warga Sampang akan terus surut. "Mungkin nanti Maghrib genangan air akan surut," tandasnya.


(SAN)