Banyak Daerah di Sekitar Sungai, Pejabat di Jatim Diminta Waspada Bencana

Amaluddin    •    Sabtu, 24 Sep 2016 17:58 WIB
bencana alam
Banyak Daerah di Sekitar Sungai, Pejabat di Jatim Diminta Waspada Bencana
Ilustrasi banjir, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta petugas dan pejabat rutin mengecek hulu-hulu sungai di daerah-daerah yang rawan bencana banjir dan longsor. Sebab, ada sejumlah daerah masuk garis merah rawan bencana banjir dan longsor di Jatim. 

Beberapa daerah yang masuk kategori rawan banjir bandang, diantaranya adalah Pasuruan, Trenggalek, Banyuwangi, Bojonegoro, Trenggalek, Lamongan, dan Ngawi. Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya, beberapa daerah tersebut merupakan daerah yang memiliki sungai yang kerap meluap saat musim hujan tiba.

"Daerah-daerah itu rawan banjir, sehingga kami minta petugas terkait rutin mengecek hulu-hulu sungai untuk mencegah terjadinya banjir," kata Gus Ipul, di Surabaya, Sabtu (24/9/2016).

Gus Ipul mencontohkan, bencana banjir biasa terjadi di Pasuruan. Banjir terjadi disebabkan adanya luapan Sungai Welang Pasuruan. Menurutnya, Sungai Welang ini meluap karena lereng-lereng gunung sudah tidak bisa menahan air.

Sedangkan daerah rawan bencana longsor, antara lain Jombang, Ponorogo, Kediri, dan Pacitan. Di daerah tersebut terdapat pegunungan, dan bukit-bukit yang kerap longsor. 

"Maka itu kita harus waspada pada daerah lereng-lereng seperti terjadi di Jombang beberapa waktu lalu. Penduduk yang tinggal di sana juga harus betul-betul waspada," katanya.

Sebagai langkah antisipasi bencana, kata dia, lembaga-lembaga penanggulangan bencana baik dari pemerintah maupun swasta juga telah dibentuk. Sumber daya manusia yang membantu penanganan bencana juga sudah diberi pelatihan penanggulangan bencana, dan paham SOP penanganan bencana mulai persiapan sampai pasca bencana. 

Gus Ipul berharap peran aktif masyarakat bersinergi dengan pemerintah. Sebab, kata dia, untuk mengatasi dan menanggulangi bencana tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah sendirian saja.

"Kepedulian kita harus ikuti perkembangan fenomena alam yang terjadi. Kami juga meminta pada pengendara untuk berhati-hati saat hujan dan pilih jalan yang jauh dari potensi rawan bencana," pungkasnya.


(RRN)