Soekarwo Ingatkan Pemerintah Antisipasi Calhaj Berangkat dari Filipina

Amaluddin    •    Jumat, 28 Jul 2017 19:27 WIB
haji 2017
Soekarwo Ingatkan Pemerintah Antisipasi Calhaj Berangkat dari Filipina
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. (MTVN/Amal).

Metrotvnews.com, Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo berharap pemerintah pusat mengantisipasi calon haji asal Indonesia berangkat melalui Filipina. Ini menyusul adanya jemaah menggunakan paspor negara lain dengan berangkat haji melalui Filipina pada musim haji tahun 2016 lalu.

"Jangan sampai kasus tahun lalu terulang lagi, berangkat haji melalui negara lain seperti Filipina. Khususnya jemaah calon haji asal Jatim," kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya, usai pemberangkatan kloter 1 di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Jumat, 28 Juli 2017.

Menurut Pakde Karwo, sapaan akrabnya, kasus ratusan WNI yang berangkat ke Tanah Suci menggunakan visa dari negara lain harus dijadikan evalusi dan kritikan. "Ini adalah kritik, mengapa sampai kasus itu terjadi? Apakah karena ongkos di Indonesia yang terlalu mahal? Pemerintah harus berbenah agar semakin lebih baik," ujarnya.

Tahun lalu, sebanyak 177 calon haji Indonesia sempat ditahan oleh pihak imigrasi Filipina karena pemalsuan dokumen. Mereka terpaksa dipulangkan ke Tanah Air, bahkan gagal berangkat beribadah ke Tanah Suci.

Pakde Karwo mengaku telah menyurati Presiden RI Joko Widodo untuk tak berhenti melakukan negosiasi agar jumlah kuota jemaah haji asal Indonesia ditambah. Sebab, kata Pakde Karwo, ketentuan penambahan kouta haji kewenangannya ada di pemerintah pusat.

"Pemprov tidak bisa apa-apa, karena ini hubungannya negara dengan negara. Harapannya ada penambahan sehingga daftar antrean tidak terlalu lama," kata Pakde Karwo.

Jumlah total jemaah calon haji asal Indonesia sendiri mencapai 221 ribu orang atau sudah kembali ke kuota awal sebelum ada pembangunan di Masjidil Haram, ditambah 10 persen dari jumlah awal.

Sedangkan asal Jatim, total jemaah calon haji yang berangkat tahun ini adalah 35.270 orang, namun yang melalui Embarkasi Surabaya ditambah asal Provinsi Bali 700 orang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur 670 orang sehingga totalnya 36.640 orang.

Secara keseluruhan melalui Embarkasi Surabaya memberangkatkan 83 kloter yang diawali berangkat 27 Juli dan kloter terakhir pada 26 Agustus 2017.


(ALB)