Parpol Pendukung Pemerintahan Bakal Pecah Kongsi di Pilkada Jatim

Amaluddin    •    Selasa, 05 Sep 2017 02:09 WIB
pilkada 2018
Parpol Pendukung Pemerintahan Bakal Pecah Kongsi di Pilkada Jatim
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Partai politik pendukung pemerintahan bakal pecah dukungan di pilkada Jatim 2018. Beberapa partai pendukung pemerintah ada yang mendukung Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan ada pula yang meninginkan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjadi cagub Jatim.

"Ini karena beberapa parpol memiliki jagoan masing-masing dalam pilgub Jatim. Parpol pemerintahan memang lebih cendrung ke Khofifah Indar Parawansa dari pada ke Saifullah Yusuf alias Gus Ipul," kata Wasekjen DPD Hanura Jatim, Yunianto saat dikonfirmasi, Senin, 4 September 2017.

Pria yang akrab disapa Masteng itu menyayangkan parpol pendukung pemerintahan pecah kongsi di pilkada Jatim. Namun, langkah politik yang telah ditetapkan masing-masing partai membuat hal ini tak dapat dielakkan.

"PKB sudah punya calon sendiri yakni Gus Ipul. Begitu juga dengan PDI P yang condong bakal mengusung kadernya sendiri di Pilgub Jatim. Parpol pendukung pemerintahan seperti Hanura, NasDem, PPP, dan Golkar arahnya memang bakal dukung Khofifah," ujarnya.

Baca: Khofifah Masih Pikir-pikir Maju di Pilkada Jatim

Kendati demikian, ia menilai partainya hingga kini belum memberikan kejelasan arah politiknya. Namun, kata dia, Hanura bersama NasDem, PPP, dan Golkar terus intens menjalin komunikasi politik untuk mendukung Khofifah menjadi cagub Jatim.

 "Kemungkinan kami bakal koalisi dan mendukung Khofifah di Pilgub Jatim," ujarnya.

Menurut Masteng, masing-masing parpol sudah memiliki kandidat cawagub yang bakal diajukan untuk mendampingi Khofifah. Partainya bakal mengajukan Ketua DPD Hanura Jatim Kelana Aprilianto. Sementara itu, NasDem bakal mengajukan anggota DPR RI sekaligus mantan Bupati Probolinggo dua priode, Hasan Aminuddin, PPP akan menyodorkan Ketua DPW PP Jatim Musyaffak Noer dan Golkar akan menawarkan Ridwan Hisjam, yang kini menjabat anggota DPR RI.

"Itu nanti akan diajukan ke parpol koalisi setelah Khofifah benar-benar maju di Pilgub Jatim. Tapi sampai saat ini masih dinamis, sikap Bu Khofifah juga masih samar-samar belum jelas maju atau tidak," kata aktivis HMI itu.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPW PPP Jatim, Abdul Rasyid. Menurut dia, partainya masih terus menjalin komunikasi dengan NasDem, Golkar, dan Hanura. Ini dilakukan untuk menyamakan frekuensi arah dukungan di Pilgub Jatim. 

"Yang jelas, PPP, Hanura, NasDem, dan Golkar arahnya cendrung dukung Khofifah dari pada Gus Ipul," kata Rasyid.





(AZF)