Pedagang Bawang Pasrah asalkan Dagangan Habis

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Senin, 15 May 2017 15:14 WIB
bawang
Pedagang Bawang Pasrah asalkan Dagangan Habis
Eni menunjukkan stok bawangnya di Pasar Keputran Surabaya, MTVN - Rosyid

Metrotvnews.com, Surabaya: Eni, pedagang di Pasar Keputran Surabaya, Jawa Timur, mengaku tak mendapat untung dari menjual bawang putih. Sebab, harga bawang putih fluktuatif.

Eni, 74, mengatakan, empat hari lalu, ia mendapat pasokan bawang putih dengan harga Rp49 ribu per Kg. Dua hari kemudian, harga bawang putih turun menjadi Rp47 ribu per Kg.

"Saya menjual kembali bawang putih dengan harga Rp47 ribu sampai dengan Rp48 ribu per Kg. Saya harus menyesuaikan harga meski enggak untung. Kalau tidak, ya enggak laku," kata Eni di Pasar Keputran Surabaya, Senin 15 Mei 2017.

Untuk bawang merah, Eni mendapat pasokan dari Probolinggo. Ia menjualnya dengan harga Rp24 ribu per Kg.

"Kalau bawang merah dari Nganjuk harganya Rp17 ribu per Kg. Tapi kualitasnya berbeda," lanjut Eni.

Eni mengaku tak memikirkan untung yang ia dapat dari menjual barang. Yang penting, katanya, barangnya habis.

"Ya dibeli berapapun saya kasih. Asalkan barangnya habis. Enggak untung ya enggak masalah," ujar Eni.

Eni mengaku masih memiliki stok 5 kuintal bawang putih di gudang tokonya. Sementara bawang merah sudah tidak ada stok. Sebab, pasokan bawang merah dikirim setiap hari.

Sunjiati, pedagang bahan pokok di Pasar Keputran, pun mengakui harga bahan pokok fluktuatif. Dalam tiga hari terakhir, harga telur dan gula naik. Sehingga pedagang harus menyesuaikan harga.

Pantauan Metrotvnews.com. harga telur naik dari Rp19 ribu menjadi Rp21 ribu per Kg. Sedangkan harga gula naik dari Rp13 ribu menjadi Rp13.500 per Kg.

"Kalau harganya naik, pedagang yang senang. Nah, kalau turun itu yang menyedihkan buat pedagang," ujarnya.


(RRN)