Wawancara Eksklusif MTVN

Gus Ipul: Berinovasi atau Mati

   •    Rabu, 16 Aug 2017 15:42 WIB
kerja bersama
Gus Ipul: Berinovasi atau Mati
Sejumlah pengunjung mendatangi Galeri Cinderamata Jawa Timur untuk mendapatkan produk UMKM khas Jatim, MTVN - Ririn

Metrotvnews.com, Surabaya: Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi penopang ekonomi kerakyatan di Jawa Timur. Bahkan, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengklaim sektor UMKM dan koperasi mendominasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim hingga 54 persen.

Pada 2016, Jatim membukukan PDRB sebanyak Rp1.885 triliun. Sebanyak 54 persen didapat dari kontribusi UMKM. Sebagai orang nomor dua di Pemerintahan Provinsi Jatim, bagaimana Gus Ipul menanggapi keberhasilan itu?

Baca: UMKM Penopang Terbesar PDRB Jatim

Berikut wawancara Gus Ipul dengan jurnalis Metrotvnews.com Laela Badriyah, kontributor Amaluddin, dan videografer Arie di kantor Wagub Jatim,  Jumat 4 Agustus 2017:


(Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf 2, MTVN - Ririn)

Maret lalu, Jatim mendapat penghargaan sebagai provinsi penggerak koperasi terbaik dan penumbuhan kewirausahaan terbaik tingkat provinsi tahun 2017. Sebagai Wagub, bagaimana tanggapan Anda?

Yang pasti senang, terharu, bahagia. Senang karena koperasi dan UMKM kita terus berkembang dan menopang perekonomian kita. Sekarang ini, kalau kita lihat PDRB kita. Pertama, industri olahan kontribusinya 29 persen. Kemudian perdagangan sekitar 17 sampai 18 persen. Dan yang terakhir, 13 koma sekian persen, anggap saja 14 persen itu pertanian. 

Inilah sektor-sektor penting penopang ekonomi Jawa Timur. Yang istimewa bahwa 54 persen PDRB Jatim ditopang sektor koperais dan UMKM. Yang jumlahnya 6 juta lebih. 

Ini adalah suatu modal, suatu pilar, ekonomi Jatim, yang bisa diandalkan dalam menghadapi masa krisis sekalipun. Ini sesuatu yang hebat, sesuatu yang luar biasa. Ini yang membuat saya terharu. 

Karena, sektor UMKM dan koperasi cukup banyak menyerap tenaga kerja kita. Karena 90 persen tenaga kerja diserap sektor UMKM dan koperasi. Ini yang membuat saya terharu.

Kemudian, tantangan kita ke depan adalah berapa jauh kita bisa mendorong, kemudian mendampingi, mereka bisa tetap menjadi pemenang di era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Jumlah 6 juta lebih itu, memang baru 200 ribu yang siap ekspor, atau katakanlah sudah melakukan ekspor. Itu artinya produknya diterima di pasar internasional. Itu yang membuat kami bangga.

Ini kan tidak gampang untuk memacu masyarakat terlibat dalam UMKM dan koperasi. Sebagian orang mungkin berpikir, ini usaha kecil, hasilnya apa ya. Itu tidak gampang. Nah ada tips kah dari Gus Ipul untuk kepala daerah mendorong UMKM. Apalagi ini bisa menyejahterakan masyarakat?

Ya menyejahterakan secara luas. Satu, menciptakan lapangan kerja. Seperti yang saya sampaikan 90 persen tenaga kerja terserap. Itu luar biasa dampaknya. 

Kalau kita mau bicara koperasi saja, koperasi jumlahnya 33 ribu. Yang aktif 27 ribu. Asetnya sekitar Rp33 triliun. Cukup besar. Itu baru koperasi aja. Menyerap tenaga kerja banyak sekali, ratusan ribu oleh koperasi kita.

Belum lagi sektor UMKM. Jadi tidak ada pilihan lain buat kita, ini harus kita jaga. Ini harus kita pelihara.


(Grafik lapangan usaha yang berkembang di sektor UMKM Jatim)

Caranya, pertama kita harus dampingi agar mereka memiliki kualitas produk yang terus terjaga. Bahan bakunya juga ya harus terus dicarikan jalan keluar agar produksinya terus berjalan. Kalau perlu impor bahan baku bisa dikurangi.

Kemudian akses permodalan. Kalau perlu, mereka mendapat kredit dengan bunga yang snagat murah. Kalau bisa 6 persen, 5 persen. Jadi jangan sampai mereka dibebani dengan bunga yang sangat besar. 

Pasar dalam negeri kita kuasai, kita perkuat. Tapi juga sekaligus pasar luar negeri haris mulai kita jajaki. Dari pasar tradisional ke pasar baru. Meski kita menyadari ekonomi dunia sedang lesu.

Saya ingin ini menjadi perhatian semua kalangan, terutama pemerintah daerah. Bahwa mereka-mereka inilah penyelamat ekonomi kita. Jawa Timur memiliki perhatian yang serius soal sektor UMKM ini. Kita punya peraturan daerah, kita punya Pergub, kita juga punya kerja sama dengan negara lain.

Lapangan usaha apa yang menjadi andalan di sektor UMKM?

Memang makanan minuman. Memang di situ mayoritas yang harus kita olah, yang bahan bakunya dari produk-produk pertanian. Ini yang salah satu yang memang cukup besar. Bahan bakunya dari produk-produk pertanian.

Sekarang bagaimana bahan bakunya terjaga, prosesnya higienis, bagus. Oleh karena itu harus ditopang dengan teknologi yang bagus juga. 

Setelah itu, baru kemudian pasarnya. Kita memang punya program, pertama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sektor koperasi dan UMKM, sehingga peningkatan kualitas SDMnya kita tingkatkan melalui pelatihan, studi banding, supaya mereka mengerti betul apa yang harus dilakukan. Baik dari sisi produksi, maupun manajemen. Ini yang kita dampingi.

Teknologinya harus didorong tepat guna yang dibutuhkan mereka. Membuat kopi kan bisa manual, tapi ke depan dengan teknologi-teknologi yang pas. 

Berikutnya adalah quality control. Kita ingin UMKM kita ini punya quality control. Supaya itu bisa kuat, kita bermitra dengan perusahaan-perusahaan besar. Supaya bisa saling belajar , saling menguatkan.

Dari kalangan mana saja yang ikut dalam program ini?

Dari masyarakat luas. Ada yang memangsudah existing, mungkin dari orang tuanya. Ada juga yang startup. Namanya bisnis rintisan. Ini yang mulai berkembang.

Bahwa ada yang sudah terlatih, ada yang baru mulai. Semuanya mendapat perhatian dari kita. Bahkan yang di-PHK atau para TKI kita yang sudah kembali ke Tanah Air, kita dorong untuk terampil berdagang, jadi pengusaha apa saja. Jadi kita juga menghadirkan generasi baru di UMKM ini.

Banyak kalangan muda menjadi pengusaha, merintis usaha, berkreasi, dan berinovasi?

Dari sisi prosentase, kita masih jauh. Kita baru 2 persen dari jumlah penduduk. Kita masih jauh dibanding dengan Singapura atau Malaysia. Nah ini bagaimana kita create, atau pengusaha baru yang masih merintis, punya keterampilan. Memanfaatkan apa yang sudah ada di tangan. Kita memiliki perhatian kepada mereka. Bisnis online, bisnis yang menggunakan teknologi, kan sedang marak. Nah bagaimana mereka bisa memanfaatkan teknologi ini untuk kepentingan usaha, tidak hanya main-main. Jadi mereka bisa memilih, memilah, dan memanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan.

Usaha-usaha rintisan ini memang menjanjikan keuntungan. Saya gembira Jatim banyak anak muda yang baru lulus dari dalam negeri, luar negeri, untuk tidak mencari pekerjaan. Tapi juga meng-create sesuatu sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

Apakah Jatim sudah masuk dalam kategori menciptakan UMKM sebagai kekuatan baru ekonomi?

Masa depan kita adalah industri kreatif. Kita tidak bisa lagi mengandalkan sumber daya alam. Dulu itu batu bara, sawit. Mungkin itu ada, tapi bukan untuk masa depan?

Yang masa depan ini yang kreatif. Masa depan kita itu kan di laut, salah satunya pariwisata, industri kreatif. Industri kreatif tak mengandalkan modal besar. Tapi mengandalkan kekuatan ide. Kemudian dielaborasi menjadi suatu konsep, setelah itu dilaksanakan.

Jadi, memang ini mengandalkan kreativitas, pikiran. Bagaimana membikin sesuatu tidak ada menjadi ada. Atau sesuatu yang di sekitar kita diberi nilai tambah. Dulu jargon kita, Merdeka atau Mati. Tapi sekarang, Inovasi atau Mati. Ya kita harus berinovasi, kalau tidak akan ketinggalan. Teknologi juga begitu, berinovasi terus.

Kita akan memasuki industri generasi keempat. Yang mana era itu diwarnai dengan digitalisasi. Semua sudah menggunakan teknologi-teknologi canggih. Yang mungkin pada saatnya, banyak sekali tenaga kerja yang digantikan robot. Tidak perlu makan, tidak perlu istirahat. Ini hanya dikendalikan beberapa orang. Tapi memang tantangan kita yang seperti itu. Maka saya setuju dengan Bapak Presiden, masa depan kita itu pada indistri kreatif.

Andaikan nanti Gus Ipul terpilih sebagai Gubernur Jatim, apa yang menjadi target untuk mengembangkan UMKM?

Bung Karno pernah mengatakan begini, Pancasila itu kalau diperas jadi satu, itu intinya gotong royong. Di bidang politik, azasnya musyawarah. Di bidang sosial, azasnya kekeluargaan. Di bidang ekonomi, azasnya kooperasi. Koperasi.

Kerja sama menjadi penting. Kekuatan kita adalah kerja sama ini. Jadi saya ingin apa yang sudah berkembang ini, kita perkuat terus. Kita beri policy-policy yang sifatnya afirmatif pada yang kecil, mikro, atau UMKM dan koperasi. Kita harus berpihak, lindungi, supaya mereka mampu bersaing. Memiliki daya saing kuat. Kalau yang di atas, sudah terlatih, sudah canggih. Meski susah, yang penting jangan diganggu. Yang tengah kita fasilitasi. Yang bawah ini kita bela. Jadi kalau kita ke depan seperti itu, saya kira mereka berpeluang jadi pemenang.

Jatim memiliki Jatim Mart. Apakah itu?

Perdagangan kita cukup besar, dalam negeri, antarprovinsi, maupun ekspor. Untuk menggenjot sektor perdagangan kita, salah satunya membentuk perwakilan-perwakilan di beberapa provinsi. Ada 26 provinsi perwakilan perdagangan kita untuk menggenjot perdagangan. Misal, Kalimantan, Sulawesi Selatan, NTB, Aceh, Sumut. Untuk memperkuat perdagangan.

Ada masalah bahwa biaya transportasi kita lebih besar ke Makassar (Sulsel) ketimbang Singapura. Ke Singapura mungkin Rp2 atau Rp3 juta untuk angkut barang dari Surabaya, pakai kapal. Tapi, ke Makassar, itu bisa sampai Rp11 juta. Kenapa? Karena ke Makassar itu hanya untuk angkut saat berangkat thok, pulangnya enggak. Ini sedang kami create, supaya pulang balik bawa barang sehingga biayanya lebih murah. Itu salah satu tugasnya. Sehingga perdagangan lancar.


(Miniatur kapal menjadi produk UMKM asal Mojokerto, Ant - M Risyal Hidayat)

Lebih-lebih Jawa Timur ini menjadi pusatnya Indonesia kawasan timur. Maka itu kita perkuat. Di samping itu buka perwakilan di luar negeri. Kita buka di Tiongkok dengan beberapa provinsi, Jepang. Salah satunya di Singapura dan Malaysia.

Kita fokus di Jatim Mart. Tujuannya adalah untuk memasarkan produk-produk UMKM kita. Asli dari Jawa Timur. Untuk supaya lebih dikenal dan diminati pasar di negara tersebut. Jatim Mart itu semacam outlet. Yang harapannya yang membeli bukan hanya masyarakat, tapi juga pedagang. Sebagai tempat untuk memberi tahu kualitas produk kita. Harganya, kemudian tentu rencana-rencana pengembangan lain dari sebuah produk. Dengan begitu, publik internasional lebih tahu.

Gus Ipul promosi soal produk UMKM Jatim?

Misalnya produk berbahan kulit seperti Sidoarjo. Ada sepatu, jaket. Kita punya sentra-sentra produk lokal Jatim. Ada batik juga di Madura. Itu adalah sedikit contoh produk kita yang menarik. Sudah mulai diterima di pasar internasional. Silakan datang ke Jawa Timur atau paling enggak lihat di medsos tentang produk-produk UMKM Jawa Timur yang berkualitas internasional. Dan juga tentu produk-produk yang diminati masyarakat dalam negeri.


(RRN)