Santri hingga Petani Sumenep Antusias Upacara HUT Kemerdekaan

Rahmatullah    •    Kamis, 17 Aug 2017 10:57 WIB
hut ri
Santri hingga Petani Sumenep Antusias Upacara HUT Kemerdekaan
Warga Nahdliyin mengikuti upacara di kantor PCNU Sumenep, di jalan Trunojoyo Desa Gedungan, Kecamatan Kota. (Metrotvnews.com/Rahmatullah)

Metrotvnews.com, Sumenep: Ratusan warga Nahdliyin Sumenep, Jawa Timur, mengikuti upacara memperingati hari kemerdekaan RI di kantor NU setempat, Kamis 17 Agustus 2017, di jalan Trunojoyo Desa Gedungan, Kecamatan Kota. Peserta yang kebanyakan santri itu menggunakan sarung, baju koko, dan kopiah, serta alas kaki sandal jepit. Di antaranya juga terlihat pasukan Banser NU dengan seragam lengkap.
 
Semua peserta upacara itu tampak takzim menghormat saat Indonesia Raya berkumandang mengiringi Sang Merah Putih. Setelah itu, mereka mengepalkan tangan sambil menyanyikan lagu "Ya Ahlal Wathan" ketika bendera NU juga dinaikkan di tiang yang bersebelahan dengan bendera Merah Putih.
 
Ketua PC NU Sumenep, Kiai Panji Taufiq, menegaskan warga NU akan terus berada di garda depan membela kesatuan dan persatuan Tanah Air. Sebab itu, warga Nahdliyin senantiasa akan memerangi gerakan radikalisme dan terorisme yang akan memecah belah NKRI.
 
“Apa pun bentuk untuk merongrong kedaulatan NKRI, kita akan berada di garda terdepan untuk memeranginya,” tegas dia usai memimpin upacara.
 
Dia berharap semangat kemerdekaan warga NU akan memperkuat nilai keislaman dan keindonesiaan, sehingga pencapaian cita-cita mewujudkan pembangunan bangsa yang adil, makmur, aman dan sejahtera berjalan tanpa aral berarti.
 
Di tempat lain, yaitu di Desa Kebun Dadap Timur, Kecamatan Saronggi, ribuan warga bersama aparat desa setempat juga menggelar upacara di lapangan desa setempat. Meski berpakaian sehari-sehari, warga yang terdiri dari anak-anak, dewasa dan lanjut usia ini khidmat mengikuti upacara yang dipimpin kepala desa.


Warga Desa Kebun Dadap Timur, Kecamatan Saronggi ikut upacara bendera peringatan HUT ke-72 RI.
 
Kepala Desa Kebun Dadap Timur, Budiyono, menjelaskan prosesi ucapa hari kemerdekaan kali ini bertema kebersamaan. Dia menyilakan semua warga berpakaian sesuai profesi dan aktivitas masing-masing. Jika petani disilakan menggunakan pakaian biasa. Begitu juga dengan pelajar yang diperbolehkan menggunakan seragam sekolah.
 
“Ini sebagai bentuk upaya memperkokoh NKRI. Meski berbeda-beda, kita satu jiwa di wilayah NKRI,” ujar Budiyono.
(SAN)