Bila Sungai tak Dinormalisasi, Camat Bangil Pasuruan Khawatir Banjir Lagi

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 09 Jan 2018 14:01 WIB
banjir
Bila Sungai tak Dinormalisasi, Camat Bangil Pasuruan Khawatir Banjir Lagi
Petugas menyisiri kawasan yang terendam banjir di Pasuruan, Senin, 8 Januari 2018, MI - Abdus Syukur

Pasuruan: Banjir yang merendam Kecamatan Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, mulai surut. Namun bila hujan datang lagi, banjir diperkirakan datang kembali.

Camat Bangil Rachmat Syarifuddin mengatakan kawasan tersebut diapit dua sungai besar yaitu Sungai Kedung Larangan dan Sungai Merapi. Bila hujan deras terjadi di kawasan Prigen, dua sungai itu tak akan mampu menampung debit air. Kedua sungai meluap dan banjir bisa saja datang dengan volume air lebih banyak.

Baca: Hujan 3 Jam, Ratusan Rumah di Pasuruan Terendam

"Makanya kami meminta pemerintah dapat segera menormalisasi sungai. Sebab kedua sungai itu mendangkal," ungkap Rachmat melalui sambungan telepon kepada Medcom.id, Selasa, 9 Januari 2018.

Pada 2017, ujar Rachmat, pemerintah daerah menyosialisasikan upaya normalisasi. Namun hingga berita ini dimuat, upaya itu belum terealisasi.

"Tapi semoga saja dalam waktu dekat bisa dilakukan normalisasi," harap Rachmat.

Rachmat mengakui banjir tak bisa diprediksi. Tapi dampak banjir menyusahkan warga. 

Pada banjir dua hari lalu, tujuh kecamatan di Kabupaten dan Kota Pasuruan terendam. Ribuan rumah terendam,

Banjir melumpuhkan akses lalu lintas dari arah Surabaya menuju Banyuwangi, dan sebaliknya. Ketinggian banjir mencapai lebih dari semeter.

"Tapi saat ini, banjir surut hingga ketinggian air kurang lebih 20 sentimeter," ujar Rachmat.

Baca: Empat Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Masih Banjir
 


(RRN)