Cara Banyuwangi Menjadi Kabupaten Inklusi

Amaluddin    •    Kamis, 02 Nov 2017 15:38 WIB
pemerintah daerah
Cara Banyuwangi Menjadi Kabupaten Inklusi
Para penyandang disabilitas dalam Festival Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). (Dok; Pemkab Banyuwangi)

Metrotvnews.com, Surabaya: Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi agar wilayahnya menjadi daerah inklusi. Salah satunya menggelar Festival Apresiasi Prestasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bagi para penyandang disabilitas di halaman Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Kamis, 2 November 2017.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, festival ini menjadi ajang unjuk keterampilan dari anak-anak penyandang disabilitas. Mereka bisa menampilkan berbagai bakat kepada publik. 

"Ajang ini diikuti seribu siswa PKLK (SLB) dari 40 lembaga dan 1.065 siswa sekolah inklusif dari 117 lembaga pendidikan formal. Festival ini adalah bagian dari rehabilitasi berbasis masyarakat. Semua berbaur menjadi satu dengan kemasan festival yang menggembirakan," ujar Anas, dalam keterangan tertulisnya kepada Metrotvnews.com.

Ada berbagai penampilan dalam acara festival tersebut, antara lain Tari Gundul-Gundul Pacul dari SDLB A Negeri Banyuwangi, Tari Barong Cokol dari SDLB YPABK Muncar, dan Sendratari dari SLB Kalipuro. Selain itu, ada unjuk bakat yang dilakukan anak-anak berkebutuhan khusus di stan-stan pameran. 



Seperti yang dilakukan oleh Yusuf Kridiyanto dari SMPN 5 Banyuwangi dengan berbagai keterbatasannya, namun mampu melukis. Kemudian Marsetia Arya Tetuka yang mengidap hyper-active impulsive yang mahir memainkan karakter-karakter wayang kulit.

"Saya tegaskan lewat festival ini, ayo kita semua tanamkan paradigma bahwa anak-anak ini tidak harus dikasihani, tapi harus mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama. Di sini mereka bisa menujukkan hal tersebut, dan masyarakat bisa menyaksikan kemampuan terbaik mereka," imbuh Ketua Penggerak PKK Banyuwangi Ipuk Festiandani Azwar Anas yang menjadi inisiator kegiatan ini.

Istri Bupati Banyuwangi itu menambahkan bahwa festival ini bertujuan untuk memeriahkan bulan disabilitas yang digelar selama November. "Tidak hanya festival, tapi juga ada seminar dan talk show yang digelar di berbagai tempat,” kata Ipuk.

Banyuwangi memiliki lebih dari 200 sekolah inklusif, yaitu sekolah umum yang menerima semua penyandang disabilitas. Di setiap sekolah terdapat fasilitas-fasilitas yang aksesibel, serta guru dengan kualifikasi tertentu untuk mendampingi para siswa-siswi.



(ALB)