Kawah Ijen Ditutup hingga Waktu yang tak Ditentukan

Kusbandono    •    Jumat, 23 Mar 2018 15:50 WIB
keracunankeracunan gasgunung ijen
Kawah Ijen Ditutup hingga Waktu yang tak Ditentukan
Beberapa wisatawan menikmati keindahan danau di dasar kawah Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur. (ANT/Pandu Dewantara)

Jember: Kawah Gunung Ijen masih ditutup untuk pendakian juga  penambangan, setelah mengeluarkan gas beracun pada Rabu 21 Maret 2018. Penutupan dilakukan sejak Kamis 22 Maret, hingga waktu yang belum ditentukan. 

Kepala BKSDA Wilayah V Jawa Timur, Sumpena, menuturkan masih menunggu hasil penelitian tim Vulkanologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung yang meneliti Kawah Ijen. 

“Setelah ada hasil dari uji tersebut baru kita akan evaluasi kembali status penutupan pendakian, apakah akan diperpanjang atau sudah bisa dibuka,” kata Sumpena saat dihubungi Medcom.id, Jumat 23 Maret 2018.

Tahun lalu juga pada bulan yang sama, Maret, Kawah Ijen juga mengeluarkan gas beracun hingga Juni. Hal itu menyebabkan pendakian Gunung Ijen yang biasanya dibuka jam 01.00 WIB  beralih menjadi pukul 03.00 WIB.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, meminta agar wisatawan dan penambang belerang mematuhi instruksi BKSDA. Pihaknya juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah, aparat kecamatan, dan puskesmas di Kawasan Ijen yang masuk Kabupaten Banyuwangi untuk siap menghadapi segala kemungkinan.

“Kita berharap fenomena alam ini bisa segera berakhir, karena ini sepertinya juga siklus tahunan Ijen. Selebihnya biar pihak berkompeten yang menangani,” kata Anas. 

Anas mengatakan, wisatawan tidak perlu khawatir. Banyuwangi masih memiliki banyak destinasi wisata. Mulai dari pantai, atraksi wisata, hingga wisata budaya Banyuwangi.

“Ijen masih bisa dinikmati, meski kita tidak harus mendaki mendekat ke kawahnya. Wisatawan masih bisa melihat Ijen dari kawasan desa yang ada di kaki Gunung Ijen. Bagi wisatawan, masih banyak destinasi lain untuk dinikmati. Nikmati pula kuliner dan kekayaan seni-tradisi Banyuwangi,” tambah Anas.

Baca: Puluhan Warga Keracunan Gas Gunung Kawah Ijen


(LDS)