Warga: Transportasi Online untuk Memudahkan

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 12 Oct 2017 20:09 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Warga: Transportasi Online untuk Memudahkan
Seorang pengguna transportasi online menunjukkan fitur aplikasi pemesanan taksi online, Ant - Wahyu Putro A

Metrotvnews.com, Surabaya: Ulul Azmi, warga asal Sidoarjo, Jawa Timur, mengaku membutuhkan transportasi online. Ia menganggap fasilitas itu mempermudah mobilitasnya.

"Sangat membantu sekali. Kapan pun kita perlu, tinggal akses melalui elektronik, selang beberapa menit sudah datang," kata Ulul ditemui Metrotvnews.com, Kamis 12 Oktober 2017.

Ulul mengaku hampir setiap hari ia memanfaatkan fasilitas ojek online. Dari rumahnya menuju ke sejumlah lokasi. Tarifnya pun murah. 

Ia meminta pemerintah memanfaatkan perkembangan zaman dan teknologi terhadap transportasi. Sehingga kebutuhan masyarakat pun lebih mudah dipenuhi.

"Ada E-KTP, Samsat Online dan lain-lain. Itu untuk apa, tak lain untuk memudahkan masyarakat. Sama halnya dengan transportasi online. Apalagi sekarang sudah banyak masyarakat, bahkan teman-teman saya juga banyak yang menggunakan fasilitas itu," jelasnya.

Berbeda dengan transportasi konvensional yang mana keberadaanya hanya di tempat-tempat khusus. Seperti di terminal. Sementara kebutuhan masyarakat dan aktivitas masyarakat juga berbeda-beda.

"Kalau transit nya di terminal, enggak masalah. Terkadang, ada sebagian orang yang memang membutuhkan transportasi untuk melakukan penjemputan dirumah. Saya rasa lebih efisien. Kita enggak perlu menunggu lama, dan harganya pun terjangkau," tandasnya.

Pihaknya berharap, keberadaan transportasi online bisa terus beroperasi. Namun, hal itu tetap menjadi PR pemerintah agar kedua transportasi, baik online maupun konvensional sama-sama bisa di cari jalan keluarnya. 

Senada dengan yang disampaikan Makin Rachmat, asal Sidoarjo. Menurutnya, pihaknya sangat terbantu dengan keberadaan transportasi online. Pihaknya tak setuju jika pemerintah menghapus transportasi berbasis online. Karena polemik yang terjadi antara transportasi online dan konvensional hanya dibutuhkan regulasi. 

"Yang dibutuhkan itu hanya regulasi atau aturan main terkait keberadaan taksi online. Sehingga pemerintah bisa menerbitkan kebijakan yang pro rakyat bukan segelintir orang," tegasnya. 

Menurutnya, layanan yang baik tak sekedar sopir yang professional, melainkan tarif bersaing (lebih murah), respon cepat, dan fasilitas yang lebih bagus. Karena, masyarakat sendiri yang akan menentukan mana layanan transportasi yang baik menurut mereka, maupun layanan transportasi yang hanya sekedar ada. 

"Konsumen tentunya bakal memilih mana layanan transportasi yang bisa memberikan rasa aman, nyaman dan tanggung jawab," tandasnya. 


(RRN)