Madura dan Tapal Kuda Dianggap Rawan Konflik saat Pilkada Jatim

Amaluddin    •    Selasa, 14 Nov 2017 11:24 WIB
pilgub jatim 2018
Madura dan Tapal Kuda Dianggap Rawan Konflik saat Pilkada Jatim
Gubernur, Wagub, Kapolda, dan pejabat TNI hadir dalam rapat koordinasi pelaksanaan Pilkada Jatim 2018 di Surabaya, Senin 13 November 2017, MTVN - Amaluddin

Surabaya: Polda Jawa Timur menyebar pasukan di beberapa daerah rawan konflik saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018. Wilayah itu terdiri dari Madura dan kawasan Tapal Kuda.

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin menurunkan 27.840 anak buahnya untuk pengamanan Pilkada. Pengamanan mendapat bantuan dari TNI dan anggota Perlindungan Masyarakat.

"Jumlah personel 120.999 diturunkan maksimal saat pemungutan suara dan penghitungan suara," kata Kapolda dalam rapat koordinasi Pilkada Serentak 2018 di Grand City, Surabaya, Senin malam 13 November 2017.

Adapun beberapa daerah konflik yaitu Madura dan Tapal Kuda. Kabupaten yang masuk dalam kawasan Tapal Kuda meliputi Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, dan Bondowoso.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, beberapa daerah itu rawan konflik saat Pilkada,” lanjut Machfud.

Machfud mengatakan, personil tidak hanya bertugas mengamankan daerah-daerah rawan konflik. Mereka juga bertugas mengantisipasi keinginan oknum tertentu yang mau membawa suasana panas pilkada yang ada DKI Jakarta ke Jatim. 

Pilgub Jatim menjadi perhatian serius dalam pembahasan rapat koordinasi Forkopimda Jatim. Dua bakal calon bakal meramaikan perhelatan Pilgub Jatim.

Pasangan pertama yaitu duet Saifullah Yusuf alias Gus Ipul-Abdullah Azwar Anas. Pasangan tersebut mendapat dukungan dari PKB dan PDI Perjuangan. 

Bakal calon gubernur lain yaitu Khofifah yang belum menentukan calon untuk mendampinginya. Khofifah mendapat dukungan dari Golkar, NasDem, Hanura, dan Partai Demokrat. Sedangkan Partai Gerindra, PAN, dan PKS belum menentukan arah.


(RRN)