Surabaya Terapkan Koreksi USBN Berbasis Online

Amaluddin    •    Rabu, 11 Apr 2018 17:12 WIB
ujian nasional
Surabaya Terapkan Koreksi USBN Berbasis Online
Para guru di Surabaya saat mengikuti pelatihan koreksi soal di kantor Dispendik Surabaya. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya menerapkan sistem penilaian pada hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SMP/MTs menggunakan aplikasi berbasis online. Sistem pengoreksian secara online ini diharapkan dapat mempercepat koreksi soal jawaban USBN secara cepat dan mudah.

Kasi Kurikulum Sekolah Menengah Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Iswati, mengatakan sebelum dikoreksi hasil USBN secara online, para guru diberikan pelatihan dan pembekalan melalui aplikasi online tersebut.

"Hari ini, jadwalnya guru mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia yang mendapatkan pelatihan, selanjutnya giliran mapel-mapel lainnya. 
Sistem ini dirancang oleh para guru, agar lebih mudah dan cepat untuk mengkoreksi hasil USBN," kata Iswati, di kantor Dinas Pendidikan Surabaya, Rabu, 11 April 2018.

Iswati bilang, penilaian hasil USBN terutama pada soal esai menggunakan sistem skoring, ada empat jenis kriteria yang dirupakan dalam bentuk angka (4) sangat baik, (3) baik, (2) cukup dan (1) kurang. "Nilai-nilai tersebut selanjutnya diintegrasikan dengan sistem skoring,” tegasnya. 

Adapun untuk jadwal pelaksanaan ujian tingkat SMP/MTS akan dilaksanakan pada 23-26 April, untuk USBN susulan pada 8-9 Mei. Untuk tahun ini, kata dia, ada sebanyak 16 mata pelajaran (Mapel) yang akan diujikan.

"Kalau tahun kemarin, dari mapel yang diujikan hanya dalam format pilihan ganda. Namun untuk tahun ini semua mapel yang diujikan terdapat soal esai (uraian). Maka dari itu, untuk mempermudah melakukan penilaian, para guru diberikan fasilitas berupa aplikasi penilaian secara online," katanya.

Sementara itu, salah satu guru yang mengajar di SMPN 23 Surabaya, Ali Mukson menyampaikan bahwa aplikasi koreksi online tidak hanya dalam hal koreksi jawaban soal ujian, namun sistem aplikasi pendidikan tersebut juga sangat bermanfaat bagi para guru, dalam meningkatkan mutu dan kualitas kompetensi mengajarnya.

"Guru zaman now tidak hanya sekedar memiliki kompetensi mengajar yang mumpuni. Namun juga harus melek IT," ujar Ali saat mengikuti pelatihan koreksi soal di kantor Dispendik Surabaya. 

Ali mengungkapkan, saat ini pemanfaatan IT wajib dan mutlak dikuasai oleh para guru, sumber belajar hingga evaluasi hasil pembelajaran telah berubah wujud dari yang semula menggunakan kertas (paper based) menjadi dalam bentuk file data.

“Melalui sistem aplikasi koreksi online, penilaian soal USBN jadi lebih mudah. Karena, bisa diakses setiap saat, kapanpun dan dimanapun,” katanya.

Senada, hal tersebut juga disampaikan oleh Retno Suhartini, melalui sistem aplikasi pengkoreksian secara online, dirinya dan para guru yang lain lebih mudah dalam menilai jawaban hasil USBN. Selain itu, aplikasi online juga dapat meningkatkan kompetensi mengajar bagi para guru.

“Sistem ini mempermudah kami untuk melakukan pengkoreksian soal jawaban, meskipun terdapat soal esai," kata Retno Suhartini guru bahasa Indonesia asal SMPN 31 ini.



(ALB)