Balas Dendam dan Perintah ISIS Disebut Motif Teror Surabaya

Amaluddin    •    Senin, 14 May 2018 13:55 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Balas Dendam dan Perintah ISIS Disebut Motif Teror Surabaya
Kapolri Jenderal Tito Jarnavian. MI/M Irfan

Surabaya: Polri meyakini ada dua motif serangan bom di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Pertama, perintah Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang terpojok. Kedua, balam dendam.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut perintah dari ISIS turun setelah kelompok ini terpojok akibat gempuran sekutu dan Rusia di Suriah dan Irak. Mereka kemudian memerintahkan seluruh jaringan di dunia menebar teror.

"Termasuk yang sudah kembali ke Indonesia, untuk melakukan serangan di seluruh dunia," kata Tito dalam konferensi pers di Markas Polda Jawa Timur, Surabaya, Jatim, Senin, 14 Mei 2018.

Tito mengatakan, kelompok di Indonesia yang terafiliasi ISIS terbagi dua. Pertama, mereka yang tergabung dalam Jamaah Ansharud Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Kedua, orang yang baru kembali dari Suriah dan menjadi pendukung ISIS.

Perihal motif balas dendam, menurut Tito, karena banyak pemimpin mereka di Indonesia yang ditangkap. Aman Abdurahman, contohnya. Aman kini ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Kerusuhan yang diinisiasi narapidana teroris di Mako Brimob menjadi pemicu aksi.

"Peristiwa di Mako Brimob membuat sel-sel lain yang memang sudah panas, mengambil momentum untuk melakukan pembalasan itu," kata Tito.

Surabaya, Jawa Timur, digemparkan dengan rentetan ledakan pada Minggu, 13 Mei 2018, pagi. Ledakan terjadi sebanyak tiga kali dalam kurun waktu kurang lebih 1,5 jam.

Baca: Tiga Ledakan di Surabaya Terjadi dalam Waktu 1,5 Jam

Ledakan bom terjadi di Rusunawa Wonocolo, Minggu malam. Sumber ledakan berasal dari satu unit di Blok B lantai lima milik warga bernama Anton. Pengelola menyatakan, keluarga Anton menempati rusunawa Wonocolo sejak 2015.

Baca: Ledakan Bom Mengguncang Mapolrestabes Surabaya

Sekitar pukul 08.50 WIB, Senin, 14 Mei 2018, terjadi insiden ledakan di pintu masuk atau tepat di pos polisi yang diduga menggunakan bom kendaraan.

Polda Jatim masih melakukan identifikasi termasuk memastikan jumlah korban luka atau meninggal dunia terhadap kejadian tersebut, baik dari unsur anggota Polri, masyarakat maupun terduga pelaku.

Baca: 3 Orang Tewas Akibat Ledakan di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo

 


(SUR)