KPU Tetap Gelar Debat Meski 2 Cawako Malang Ditahan KPK

Daviq Umar Al Faruq    •    Kamis, 05 Apr 2018 14:34 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
KPU Tetap Gelar Debat Meski 2 Cawako Malang Ditahan KPK
ilustrasi Medcom.id

Malang: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang tetap bakal menggelar debat publik pasangan calon (paslon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang pada Sabtu, 7 April 2018 mendatang. Debat tetap digelar meski tanpa dihadiri dua Calon Wali Kota Malang yang ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Komisioner KPU Kota Malang Zainuddin mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai proses yang sesuai aturan. Pihaknya juga mengaku telah mengakomodir berbagai usulan yang disampaikan tim sukses masing-masing paslon pada rapat pertama pada 29 Maret 2018 lalu.

"Berbagai usulan pada rapat pertama sudah kami bawa ke KPU Provinsi Jawa Timur dan kami mengambil keputusan apabila debat tetap dilaksanakan pada 7 April," katanya disela-sela rapat bersama tim pemenangan paslon di Kantor KPU Kota Malang, Kamis 5 April 2018.

Zainuddin menambahkan pada debat publik perdana nanti pihaknya akan mengundang seluruh paslon untuk hadir.

"Apabila ada paslon yang tidak bisa hadir secara lengkap maka tidak menjadi masalah dan tidak dikenai sanksi untuk penayangan iklannya dan atau diumumkan kepada masyarakat," jelasnya.


Rapat bersama tim pemenangan paslon di Kantor KPU Kota Malang, Kamis 5 April 2018.

KPU Kota Malang menegaskan bahwa pihaknya bakal berusaha untuk memperlakukan masing-masing paslon secara adil. 

"Yang paling penting adalah adanya kepastian dari tahapan itu sendiri. Karena kami tidak mau melanggar kepastian dari tahapan yang kami buat sendiri," terang Zainuddin.

Menurutnya, hasil ini merupakan titik kompromi yang paling adil untuk seluruh paslon. Sebab Zainuddin mengungkapkan bahwa debat publik sebenarnya hanyalah bagian kecil dari fasilitasi yang diberikan oleh KPU Kota Malang terkait kampanye dan sosialisasi para paslon.

"Kami akan sosialisasikan dalam bentuk paslon yang lengkap dalam bentuk kegiatan yang lain. Dan ini tidak mengurangi akibat proses hukum yang berjalan," tutupnya.

Sebagai informasi, ada tiga paslon pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang 2018. Yakni, paslon nomor urut satu Ya'qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi, paslon nomor urut dua Moch Anton-Syamsul Mahmud dan paslon nomor urut tiga Sutiaji-Sofyan Edi. 

Adapun Dua calon wali kota Ya'qud Ananda Gudban dan Moch Anton ditahan terkait kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Keduanya ditahan KPK sejak 27 Maret lalu di Jakarta untuk penyelidikan lebih lanjut.



(ALB)