Hanya Satu Terduga Teroris Berasal dari Sidoarjo

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 23 May 2018 18:50 WIB
Teror Bom di Surabaya
Hanya Satu Terduga Teroris Berasal dari Sidoarjo
Polisi berjaga saat pemindahan jenazah terduga pelaku teror di RS Bhayangkara, Jumat 18 Mei 2018, Ant - Zabur Karuru

Sidoarjo: Rangkaian peledakan bom dan penggerebekan di Jawa Timur menjadi kewaspadaan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Namun Wakil Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syaifuddin mengatakan hanya satu terduga teroris yang merupakan warga Sidoarjo.

Nur Achmad menyebutkan satu terduga teroris asli Sidoarjo yaitu Budi Satrio. Ia berasal dari Kecamatan Kota Sidoarjo. Namun ia menempati rumahnya di Perumahan Puri Maharani Sukodoni sejak 2006.

"Sedangkan yang lainnya hanya mengontrak atau sewa rumah di Sidoarjo," kata Nur Achmad di Sidoarjo, Rabu, 23 Mei 2018.

Budi disergap di rumahnya pada pertengahan Mei 2018. Polisi terpaksa melepaskan tembakan lantaran Budi melawan. Diduga, Budi berperan sebagai penampung dana jaringan teroris. Budi dan terduga teroris lain tergabung dengan jaringan Jemaah Ansharuth Daulah (JAD).

Baca: Terduga Teroris di Sidoarjo Penampung Dana

Nur Achmad mengatakan tak ada pilihan lain selain membantu aoarat mencegah aksi terorisme. Caranya, warga meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan. Apalagi, bila ada pendatang yang tak melapor ke RT, RW, dan enggan bersosialisasi.

Nur Achmad mengingatkan warga pendatang baru wajib melapor ke RT atau RW setempat. Itu artinya pendatang baru pun turut menjaga keamanan lingkungan.

Tapi, lanjut Nur Acmhad, ada pula terduga teroris yang mudah bersosialisasi. Sehingga masyarakat tak curiga.

"Contohnya Budi yang memang warga asli Sidoarjo. Mungkin ini strategi mereka agar tidak dicurigai masyarakat. Makanya, masyarakat  harus lebih waspada," katanya mengingatkan. 



(RRN)