Bayi Mungil Kembalikan Keceriaan Korban Pemerkosaan di Sidoarjo

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 22 Nov 2016 16:24 WIB
pemerkosaan
Bayi Mungil Kembalikan Keceriaan Korban Pemerkosaan di Sidoarjo
Ilustrasi korban pemerkosaan, Ant

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Kelahiran anak menjadi obat yang memulihkan trauma korban pemerkosaan, N, di Sidoarjo, Jawa Timur. Kehadiran bayi mungil MRA membuat korban mengubah traumanya menjadi senyum.

Saat Metrotvnews.com berkunjung ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Sidokare, tak tampak kemuraman di wajah korban yang masih berusia 14 tahun itu. Ia pun tampak riang sembari menggendong putranya.

Di usia yang muda, korban menelan kenyataan pahit. Saat tinggal di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, korban diperkosa hingga hamil.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkap kasus tersebut pada Juli 2015. Sejak itu, korban menghuni Liponsos.

Baca: Mensos Minta Polisi Selesaikan Kasus Pemerkosaan hingga Hamil di Sidoarjo

Kepala UPT Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Sidokare, Anastasia, mengatakan kondisi itu berbeda saat korban baru tiba di lembaga tersebut. Saat itu, korban pendiam dan takut saat diajak berbicara.

"Alhamdulillah, sekarang sudah empat bulan di sini, korban sudah normal kembali. Lingkungan di sini sangat mendukung. Orang-orangnya baik semua. Apalagi pendampingnya setiap hari berkunjung," kata R, ibu korban, kepada Metrotvnews.com, Selasa (22/11/2016).

R juga bersyukur kelahiran sang cucu itu mengembalikan keceriaan putrinya. Bagi R, bayi mungil itu obat dan titipan untuk mengembalikan korban hingga sedia kala. 

Meski demikian, R mengaku terbersit rasa sedih. Putrinya harus menanggung malu akibat tindakan bejat para pelaku. 

Baca: Trauma Hilang, Bocah Korban Pemerkosaan Tetap Enggan Sekolah

"Masa depannya seolah hilang," ungkap R.

R menilai membawa putrinya ke Liponsos merupakan cara yang tepat. Kondisi putrinya berangsur membaik. Kehadiran MRA juga memulihkan psikologis putrinya.

"Putri saya sudah nyaman. Sudah enggak ingat kasus itu lagi," ujar R.

Bukan hanya N yang kembali ceria. Adiknya, F, pun sudah kembali bersekolah. Ayahnya yang sempat tak bekerja, kini sudah mendapatkan pekerjaan.

"Saya hanya mampu bersyukur. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi," harap R.


(RRN)