IDI Diminta Keterangan soal Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Calon Perawat

Amaluddin    •    Kamis, 01 Feb 2018 17:13 WIB
pelecehan seksual
IDI Diminta Keterangan soal Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Calon Perawat
Bagian depan National Hospital Surabaya, Medcom.id - Amal

Surabaya: Polda Jawa Timur akan memanggil Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan manajemen National Hospital Surabaya pekan depan. Pemanggilan terkait dengan kasus dugaan pelecehan seksual dokter pada calon perawat di rumah sakit tersebut. 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan salah satu materi yang ditanyakan adalah prosedur standar pelaksanaan tes calon pegawai di rumah sakit tersebut. Termasuk, tes penerimaan perawat.

Frans mengatakan, pada Agustus 2017, seorang calon perawat melapor ke Polda. Pelapor mengaku mendapat pelecehan dari seorang dokter di National Hospital.

"Kemudian tim penyidik juga ingin minta keterangan pihak IDI tentang prosedur pelaksanaan tes calon perawat," kata Frans di Mapolda Jawa Timur, Kota Surabaya, Kamis 1 Februari 2018.


(Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Medcom.id - Amaluddin)


Selain itu, polisi juga akan meminta keterangan dari saksi ahli dalam kasus tersebut. Seperti saksi ahli pidana dan ahli kejiwaan.

Beberapa pekan terakhir, National Hospital menjadi perbincangan terkait kasus dugaan pelecehan seksual. Selain laporan pelecehan yang dilakukan seorang dokter terhadap perawatnya, kasus lain pun muncul.

Dalam laporan tertulis dokter berinisial RA. Seorang calon perawat mengaku mendapat perlakuan tak enak dari RA saat ia menjalani tes kesehatan di rumah sakit tersebut.

Baca: Dua Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di National Hospital

Lalu, kasus lain yaitu seorang perawat terhadap pasien rumah sakit. Kasus itu terungkap setelah sebuah video beredar di media sosial.

Video berdurasi 52 detik. Dalam video, tampak seorang pasien dengan menangis meminta pengakuan seorang perawat yang mengaku dilecehkan saat dalam perawatan.

Manajemen National Hospital pun meminta maaf atas perlakuan perawat berinisial Z terhadap pasien W itu. Manajemen lalu memecat Z.

Sementara Polrestabes Surabaya menetapkan Z sebagai tersangka dalam kasus pelecehan seksual. Penyidik lalu mendalami standar penanganan rumah sakit terhadap pasien perempuan yang tak berdaya akibat pengaruh anestesi.

Video:



(RRN)