Pemakaman Guru Korban Penganiayaan Murid Dipadati Pelayat

Rahmatullah    •    Jumat, 02 Feb 2018 14:10 WIB
pendidikanpenganiayankekerasan
Pemakaman Guru Korban Penganiayaan Murid Dipadati Pelayat
Pelayat saat mengantar jenzah Budi ke pemakaman – Medcom.id/ Rahmatullah

Sampang: Pemakaman jenazah Ahmad Budi Cahyono, guru kesenian SMAN 1 Torjun yang diduga dianiaya siswanya, dipadati banyak pelayat. Seorang pelayat, Daud, menyebut para pelayat sudah berkumpul di lokasi pemakaman sebelum jenazah tiba.

Pelayat terdiri dari ratusan siswa, guru dan masyarakat. Menurutnya, antusias pelayat disebabkan karena Ahmad merupakan pendidik yang mengabdikan hidupnya dengan menyebarkan ilmu kepada masyarakat.

“Pelayat sangat banyak. Lebih dari seribu orang,” terang Daud.

Baca: Guru Tewas di Sampang Dikenal sebagai Aktivis Seni

Budi dimakamkan di pemakaman umum di Desa Tanggumong, Kecamatan Kota, Sampang  Jawa Timur, Jumat 2 Februari 2017. Jenazah tiba di rumah duka di Dusun Pleyang, Desa Tanggumong, Kecamatan Kota, sekitar pukul 08.45 WIB.

Pantauan di lokasi, selama proses pemakaman menyebabkan kemacetan sekitar 500 meter. Pemakaman guru kesenian itu juga dihadiri sejumlah pejabat, salah satunya Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur, Syaiful Rahman.

Syaiful mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Syaiful berharap sekolah getol memantau semua lokasi yang dianggap rawan.

“Semua tindak kekerasan tidak boleh terjadi di lingkup sekolah,” ungkapnya usai pemakanam.

Dia memasrahkan proses hukum ke pihak berwajib. Meski pelaku kekerasan tersebut di bawah umur, menurutnya, ada proses yang harus dijalani. Terlebih kejadian tersebut menimbulkan korban.

“Masyarakat Jawa Timur, khusus dunia pendidikan, prihatin atas kejadian ini. Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi, baik kepada siswa maupun guru,” harap Syaiful.

Baca: Siswa Ditangkap Aniaya Guru Hingga Tewas


(LDS)