Petani Sumenep Belum Terbiasa Jual Gabah

Rahmatullah    •    Senin, 23 Oct 2017 11:53 WIB
berasharga gabah
Petani Sumenep Belum Terbiasa Jual Gabah
Ilustrasi pekerja sedang mengeringkan gabah. ANTARAFOTO/Basri Marzuki

Metrotvnews.com, Sumenep: Petani di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, saat ini belum terbiasa menjual gabah. Setelah panen, petani masih terbiasa menyimpan gabahnya. Tahun ini Sumenep ditarget menyerap gabah sebanyak 4.313 ton. Tapi hingga September, terealisasi hanya 35,20 persen atau 1.509 ton.
 
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Habe Hayat, membenarkan petani masih belum terbiasa menjual gabah. Kata dia, petani masih suka menyimpan gabah setelah panen.

“Ini masalah kebiasaan petani yang tidak langsung menjual gabah. Gabah disimpan. Petani akan mengeluarkan gabahnya jika diperlukan sesuai kebutuhan,” terang Habe, Senin 23 Oktober 2017.
 
Meski masih jauh dari target, Habe menyebut serapan gabah tahun ini sudah melebihi tahun lalu. Tahun 2016 yang ditarget 200 ton sudah berhasil menyerap 180 ton. Kini realisasi target tersebut sudah berlipat ganda. Habe menegaskan capaian tersebut berkat sosialisasi yang gencar dilakukan petugas kepada petani.
 
Habe yakin bisa mencapai target sergap hingga akhir tahun. Selain karena intens melakukan sosialisasi, target serapan gabah mengalami penurunan. Tapi dia tidak merinci angka penurunan target tersebut. Yang jelas, katanya, per hari serapan gabah di Sumenep ditarget 8 ton.
 
“Kami akan terus berupaya mengejar target tersebut. Jika petani sudah mengubah kebiasaannya, maka realisasi target serapan gabah akan sesuai harapan,” janjinya.
 
Saat ini harga gabah petani naik. Awalnya seharga Rp4.550, kini sudah naik menjadi Rp5.115 per kg.
(ALB)