Cak Imin Kecam Penggunaan 'Muslim' dalam Nama MCA

Nurul Hidayat    •    Minggu, 04 Mar 2018 11:22 WIB
ujaran kebencianhoax
Cak Imin Kecam Penggunaan 'Muslim' dalam Nama MCA
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Foto: MI/Bary Fathahilah

Jombang: Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengecam penggunaan kata 'muslim' dalam kelompok Muslim Cyber Army (MCA). Kelompok tersebut diburu pihak berwajib karena menyebarkan berita bohong, fitnah, dan provokatif.

"Jangan sampai dengan penggunaan nama tersebut membuat nama muslim rusak dalam kasus ujaran kebencian, fitnah atau unggahan yang berbau provokasi," tegasnya saat hadir Musyawarah Nasional ke-2 Alumni Pondok Pesantren Al Fallah Ploso, Denayar, Jombang, Jawa Timur, Minggu, 4 Maret 2018.

Politikus yang akrab disapa Cak Imin ini menambahkan, PKB mendukung langkah Polri dalam memberantas ancaman perpecahan, pencemaran nama baik, serta isu-isu radikalisme yang berkembang melalui dunia maya. Dia mengajak masyarakat untuk bijak saat menggunakan media sosial.

Penggunaaan media sosial yang bijak sebagai sarana berdakwah sesuai dengan ahlusunah wal jamaah, sehingga dapat menyentuh langsung masyarakat. "Mari sama-sama menjaga diri serta mengikuti aturan yang ada, dan gunakan media sosial dengan bijak," imbuhya.

(Baca: Polisi Tangkap 4 Orang dari Kelompok Muslim Cyber Army)

Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri dan Direktorat Kamsus BIK menangkap empat orang anggota Muslim Cyber Army. Mereka diduga menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial.

Mereka adalah ML yang dibekuk  di Sunter Muara, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Selanjutnya pada pukul 09.15 WIB, petugas menangkap RSD di rumahnya di Kecamatan Gabek, Kabupaten Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Selanjutnya pada pukul 12.20 WIB petugas kembali menangkap RS di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. Polisi turut menangkap Yus di Kelurahan Tarikolot, Kecamatan Jatinunggal Sumedang.

Polisi menjerat keempatnya dengan Pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau pasal  Jo pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau pasal 33 UU ITE.

(Baca juga: Polri tak Berhenti di Kelompok MCA)


(SUR)