Kurang Lebih 30 Persen Transportasi Konvensional Gulung Tikar

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 18 Oct 2017 19:39 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Kurang Lebih 30 Persen Transportasi Konvensional Gulung Tikar
Aksi sopir angkot di Surabaya, dok: MTVN

Metrotvnews.com, Surabaya: Jumlah angkutan konvensional di Surabaya, Jawa Timur, berkurang. Banyak pengusaha angkutan konvensional yang gulung tikar.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Surabaya Tundjung Iswandari mendata 4.653 mikrolet di Kota Pahlawan. Namun izin 80 mikrolet sudah dicabut.

"Tapi paling yang masih beroperasi kisaran 60-70 persen dari jumlah total," jelas Tundjung di Surabaya, Rabu 18 Oktober 2017.

Sedangkan jumlah bus dalam kota di Surabaya sebanyak 58 trayek. Hanya 53 bus trayek yang masih melayani penumpang.

Sementara itu, Dishub mencatat 4.900 taksi konvensional. Tapi yang beroperasi hanya 4.021 unit.

"Jadi sisanya sudah gulung tikar," ungkap Tundjung.

Salah satu alasan jumlah transportasi konvensional berkurang lantaran kemunculan transportasi berbasis aplikasi atau online. Penghasilan para sopir pun menurun.

"Informasi yang saya dapat, penghasilan mereka tak lebih dari Rp50 ribu per hari," jawab Tundjung.

Perkembangan jaman yang semakin mengarah kepada transportasi online tentunya tetap mengedepankan standar pelayanan minimum angkutan kota. Menurut Tundjung Standar Pelayanan Minimum bagi angkutan di Surabaya tetap pada trayek. Namun tidak melupakan ketentuan, seperti keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan dan keteraturan.

"SPM nya memang sesuai dengan trayek, tapi untuk CFY nya sendiri, memang tidak diatur. Karena, mereka berdasarkan penumpang baru berangkat. Biasanya mereka ngatur sendiri dengan paguyuban. Jika dijalanin semua, mereka enggak dapet penumpang, otomatis buang-buang bahan bakar," jelasnya.

Hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan kementerian Perhubungan terkait problematikanya konvensional dan online. Mereka diminta untuk tetap menjaga keharmonisan hingga ada regulasi baru dan solusi bagi keduanya. 


(RRN)