Airlangga Pernah Ingatkan Nyono Sebelum Dicokok KPK

Amaluddin    •    Senin, 05 Feb 2018 20:28 WIB
kasus suap
Airlangga Pernah Ingatkan Nyono Sebelum Dicokok KPK
Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko yang mengenakan rompi tahanan memberikan keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Surabaya: Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto pernah mengingatkan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Nyono Suharli Wihandoko agar tidak 'bermain' uang negara jelang pemilihan kepala daerah (pilkada). Namun, Bupati Jombang itu mengabaikan pesan tersebut.

"Pak Ketum pernah mengingatkan itu kepada semua kader terutama yang maju sebagai kepala daerah, termasuk kepada Pak Nyono. Tapi ternyata masih melakukan dan terkena OTT," kata Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Ridwan Hisjam, Senin, 5 Februari 2018.

Ketua Departemen Pemenangan Pemilu Jatim DPP Partai Golkar itu menyebut Airlangga mewanti-wanti seluruh kader Golkar yang maju untuk berhati-hati dalam melangkah. Ridwan pun prihatin atas kasus tangkap tangan KPK yang menimpa Nyono.

(Baca: DPP Golkar Berhentikan Sementra Nyono)

Seseorang yang sudah menjadi pemimpin seperti Nyono, kata Ridwan, harusnya memberikan teladan yang baik. "Tapi kok malah terkena OTT. Kalau sudah OTT, tak bisa mengelak dan jelas bersalah," kata pria yang juga mantan Ketua DPD Partai Golkar Jatim itu.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka dalam kasus suap terkait jual beli jabatan di Pemkab Jombang. Nyono diduga menerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, Inna Silestyanti, sekitar Rp434 juta.

Suap tersebut diberikan Inna agar Nyono selaku bupati menetapkannya sebagai kepala dinas kesehatan definitif. Sebagian uang suap tersebut telah digunakan Nyono untuk dana kampanye dalam Pilkada 2018.

(Baca: Golkar Sesalkan Bupati Nyono Pungli Dana Puskesmas)


(SUR)