Cara Surabaya Pulihkan Psikis Anak-anak setelah Teror

Antara    •    Selasa, 22 May 2018 11:39 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Cara Surabaya Pulihkan Psikis Anak-anak setelah Teror
ilustrasi-medcom.id

Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan Kota Pahlawan kembali normal. Termasuk memulihkan psikis anak-anak setelah teror bom sepekan lalu.

Dia menggandeng guru, psikolog, dan psikiater untuk bersama-sama menghilangkan trauma anak-anak Surabaya. 

"Kami membuat tim yang terdiri atas para psikolog dan psikiater untuk bersama-sama menyembuhkan kondisi psikis dari anak-anak (korban) ini," ujar Risma, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa 22 Mei 2018. 

Risma menuturkan, telah melakukan pertemuan dengan psikolog dan psikiater untuk mengembalikan kondisi psikis dari anak-anak Surabaya, pada Senin, 21 Mei 2018.

"Terkait untuk treatment psikolog, kami sudah serahkan kepada ahlinya. Jika semua sudah selesai baru nanti saya akan masuk untuk memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak ini," ujarnya. 

Wali kota pertama perempuan di Surabaya ini berharap, kedepan tak ada lagi anak-anak yang menjadi korban. Dia mengungkap, sejumlah treatment khusus dilakukan untuk memulihkan kondisi anak-anak agar kembali normal. 

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Antiek Sugiharti menyampaikan, pendampingan dilakukan tidak hanya untuk korban tapi juga teman korban-pelaku. Selain itu, pendampingan juga dilakukan di sekolah.

Ia sengaja menggandeng para psikolog klinis, Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia (APSI), dan Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) untuk bersama dengan Pemkot Surabaya mengembalikan kondisi psikis anak-anak Surabaya.

"Saat ini kita lebih fokus dulu melakukan pendampingan kepada sekolah dari pelaku-korban dan sekolah dari para korban," kata dia.

Untuk itu, pihaknya bersama para psikolog berencana akan mengunjungi semua sekolah di Surabaya. Agar anak-anak Kota Pahlawan tak lagi merasa takut dan khawatir. 

"Saat ini sudah ada delapan sekolah SD, SMP, dan SMA sederajat yang sudah kita kunjungi, dan ini akan berlanjut untuk semua sekolah di Surabaya," ujarnya.


(LDS)