Jenazah Atlet Paralayang Asal Jatim Ditemukan di Hotel Roa-Roa

Amaluddin    •    Selasa, 02 Oct 2018 13:47 WIB
Gempa Donggala
Jenazah Atlet Paralayang Asal Jatim Ditemukan di Hotel Roa-Roa
Seorang warga melintas di antara rekahan tanah yang hancur setelah gempa di Palu, Sulawesi Tengah, (Foto: AFP/Jewel Samad)

Surabaya: Satu dari tiga atlet Paralayang asal Jawa Timur ditemukan meninggal dunia dalam reruntuhan Hotel Roa-Roa akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Korban diketahui bernama Ardi Kurniawan, warga asal Trunojoyo, Kota Batu, Jatim.

"Iya, benar," kata Ketua Harian Koni Jatim, M. Nabil, dikonfirmasi, Selasa, 2 Oktober 2018.

Ada tiga atlet asal Jawa Timur sedang mengikuti kejuaraan Indonesia Open Paralayang XC FAI Cat 2 Palu Nomoni 2018 di Salena Nomoni Hills Site Paralayang, Kota Palu, 24-30 September. Ketiganya masing-masing atas nama Reza Kambey, Ardi kurniawan dan Fahmi Ruddo.

Ketiganya belum diketahui keberadaannya pasca bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulteng beberapa waktu lalu. Informasi terakhir, bahwa ketiga atlet asal Jatim itu menginap di hotel Roa-Roa selama mengikuti kejuaraan di Palu.

"Saya belum mendapat informasi untuk dua atlet Paralayang asal Jatim lainnya. Kami masih terus memantau perkembangan," katanya.

Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) dengan terpusat di kedalaman 10 kilometer pada 27 kilometer timur laut Donggala, Sulawesi Tengah, pada pukul 17.02 WIB, Jumat 28 September. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan tsunami. Gelombang air setinggi 1,5 hingga 3 meter menghantam Palu.
 
Akibat bencana itu, setidaknya ada 832 orang yang tewas, dengan 540 orang lainnya mengalami luka berat. Jumlah korban dapat bertambah, karena masih ada yang dilaporkan hilang. 



(ALB)