Terduga Teroris di Sidoarjo Punya Industri Sabun Rumahan

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 16 May 2018 15:22 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Terduga Teroris di Sidoarjo Punya Industri Sabun Rumahan
Ilustrasi. Medcom.id/Rakhmat Riyandi

Sidoarjo: Seorang terduga teroris ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror di kawasan Perumahan Puri Maharani, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin, 14 Mei 2018. Dia mengaku memiliki industri rumahan pembuatan sabun.

Anehnya, tidak ada satu pun karyawan yang bekerja di sana. Hal ini diungkapkan Ketua RT 13, RW 5, Perumahan Puri Maharani, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Supardi, 46.

Dia menceritakan rumah yang digerebek tim Densus 88 beberapa waktu lalu milik Budi Satrijo. Ia tinggal berdua sama istrinya. Konon, istrinya disebut-sebut pegawai Kemenag Provinsi Jawa Timur.

"Sudah lama kalau enggak salah sejak 2006. Ini rumah aslinya. Dia tinggal bersama istrinya saja, belum punya anak," kata Supardi kepada Medcom.id, Rabu, 16 Mei 2018.

Baca: Istri Terduga Teroris Pegawai Kanwil Kemenag Jatim

Rasa kekhawatirannya masih terngiang pasca petugas berseragam dengan senjata lengkap mengerubuti rumah terduga teroris tersebut. Betapa tidak, sejak tinggal di perumahan tidak ada kecurigaan apapun. Bahkan, terduga juga dikenal biasa-biasa saja kepada tetangga.

"Kaget juga kemarin. Pagi-pagi sudah banyak Densus 88. Seingat saya, sebelum penangkapan, ia (terduga) sempat mengantar istrinya lebih dulu," katanya.

Identitas terduga dan keluarga disetorkan ke perangkat setempat. Dia menyebut data diri terduga teroris tidak ada masalah.

Warga tidak menaruh curiga apapun. Namun, yang menjadi rasa penasarannya hingga saat ini adalah terduga memiliki industri pembuatan sabun cuci, pembersih lantai dan semacamnya.

"Punya home industri disamping rumahnya. Tapi, ya begitu, tidak ada karyawannya," katanya lagi.

Meski curiga, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia tidak bisa mengecek dalam rumahnya dirinya tidak mempunyai hak.

"Setelah insiden ini, kami sempat konsultasi sama polisi. Agar ke depannya bisa lebih selektif dalam memantau perkembangan warga sekitar. Termasuk mengajak kerja Bhakti bersama. Dengan begitu mudah mengenal masing-masing warganya," pungkasnya.

Dalam penangkapan terduga teroris, Budi Satrijo dikawasan Perumahan Puri Maharani Kecamatan Sukodono, Senin, 14 Mei 2018 lalu, Tim densus 88 sempat terlibat kontak senjata Lantara terduga enggan menyerahkan diri. Budi dinyatakan tewas usai diberondong peluru dalam kejadian tersebut.

Baca: 13 Terduga Teroris Ditangkap, Empat Tewas Didor


(SUR)