Warga Malang Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Oktober

Aditya Mahatva Yodha    •    Kamis, 22 Sep 2016 12:30 WIB
cuaca ekstrem
Warga Malang Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Oktober
Banjir di Dusun Krajan, Desa Pujiharjo, Kabupaten Malang, Jawa Timur -- MTVN/Aditya Mahatva Yodha

Metrotvnews.com, Malang: Peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan menyebabkan cuaca fluktuatiaf, termasuk di Malang, Jawa Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat terus mewaspadai dampak cuaca ekstrem.

"Cuaca saat ini tidak tentu, kadang hujan kadang panas. Ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Oktober saat masuk musim hujan. Selepas bulan tersebut, fenomena La Nina secara otomatis akan berakhir," kata Kepala BMKG Karangploso Hartanto saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (22/9/2016).

Hartanto menjelaskan, potensi hujan deras terjadi secara tidak merata di wilayah Malang. Artinya, ada daerah dengan intensitas hujan ringan dan ada yang deras.

"Memang (cuaca) sangat fluktuatif. Atmosfer juga cenderung labil," imbuh Hartanto.

Saat ini, lanjut Hartanto, curah hujan sudah di atas 20 milimeter per jam atau di atas 50 milimeter per hari. Periode hujan terjadi antara 30 menit hingga 1,5 jam.

Menghangatnya suhu laut di selatan Jawa juga ikut berkontribusi menyumbang uap air. Tingginya curah hujan menjadi pencetus banjir yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

Selain itu, sangat mungkin terjadi tanah longsor karena tingginya intensitas hujan dengan disertai angin kencang dan petir. "Warga harus waspada dampak dari cuaca ekstrem ini," ujar Hartanto.

Hujan deras di Kabupaten Malang menyebabkan Sungai Tundo meluap. Akibatnya, banjir setinggi satu meter menerjang Dusun Krajan, Desa Pujiharjo, Kabupaten Malang pada Rabu, 21 September 2016.

Terjangan banjir ini merusak tanggul sungai sepanjang 35 meter dan tiga rumah di dua RT. Banjir yang membawa material bebatuan dan batang pohon tersebut juga menutup akses jalan Desa Pujiharjo-Lenggoksono sepanjang 20 meter. Kerugian ditaksir mencapai Rp 2 miliar.

(Baca: Mimpi Warga Desa Pujiharjo Bebas Banjir)


(NIN)