Cegah Antraks, Pintu Masuk Ternak ke Jatim Ditutup

Amaluddin    •    Jumat, 09 Sep 2016 13:50 WIB
kesehatan
Cegah Antraks, Pintu Masuk Ternak ke Jatim Ditutup
Sapi dijual di pasar hewan di Sampang, dok: MTVN

Metrotvnews.com, Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengintruksikan menutup seluruh pintu masuk ternak ke provinsi tersebut. Alasannya, untuk mewaspadai masuknya penyakit antraks pada sapi dari provinsi lain.

"Langkah itu upaya kami untuk mengantisipasi penyakit antraks ke Jatim. Makanya, saat ini Jatim tidak akan menerima hewan dari provinsi lain," kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya, di Surabaya, Jumat (9/9/2016).

Pakde Karwo meminta Dinas Peternakan (Disnak) mengecek hewan ternak untuk memastikan Jatim aman dari antraks. Namun hingga berita ini dimuat, petugas belum menemukan hewan yang positif terjangkit antraks.

Adapun satu sapi yang mendadak mati di Pacitan masih dalam pemeriksaan. Petugas, kata Pakde Karwo, masih meneliti kematian ternak tersebut.

"Kami masih meneliti sapi itu. Sapi itu bukan berasal dari Jawa Timur, tapi Jawa Tengah," ungkap Pakde Karwo.

Sapi itu, lanjut Pakde Karwo, mati dengan kondisi kulit menghitam. Luka muncul pada tubuh sapi. Ciri-ciri itu mengindikasikan sapi terinfeksi bakteri penyebab antraks.

Meski demikian, Pakde Karwo menjamin seluruh hewan kurban yang diternakkan di Jatim aman dari antraks. Terakhir, kasus antraks di Jatim terjadi pada 1980.

Antraks merupakan penyakit menular dan mematikan yang terjadi pada hewan ternak. Biasanya, warga menyebutnya dengan penyakit sapi gila. 

Penyakit ini umumnya menyerang hewan yang daya tahan tubuhnya lemah. Bila menular ke manusia, penyakit akan menyerang jaringan saraf otak dalam bentuk varian Creutzfeldt Jakob Disease (CJD) dan bersifat degeneratif. 

Manusia yang terkena penyakit CJD akan kehilangan kekuatannya, pertumbuhan badannya praktis terhenti. Penyakit ini, cepat atau lambat merambat ke otak kemudian membuat otak manusia tidak lagi utuh, berubah seperti spons atau busa kursi yang bolong-bolong.


(RRN)