Ada Retakan Berpotensi Longsor di Jombang

Nurul Hidayat    •    Senin, 28 Nov 2016 12:07 WIB
longsor
Ada Retakan Berpotensi Longsor di Jombang
Ilustrasi longsor, Ant

Metrotvnews.com, Jombang: Petugas menemukan retakan di lereng Gunung Arjuna di Kecamatan Wonosalam dan Bareng, Jombang, Jawa Timur. Warga di lereng tersebut pun diminta berhati-hati sebab retakan berpotensi mengakibatkan longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Nur Huda, mengatakan dua kecamatan itu masuk dalam zona merah bencana. Utamanya longsor terjadi di musim hujan.

"Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan terjadi mulai Desember hingga Januari," kata Nur Huda di Jombang, Senin (28/11/2016).

Saat hujan, tanah di lereng gunung bakal tergerus. Sehingga material longsor berpotensi menimbun rumah dan jalan antarkampung.

Nur Huda mengingatkan warga pada longsor yang terjadi pada 2006. Ratusan kepala keluarga dari Desa Galendowo, Kecamatan Wonosalam, mengungsi. Longsor menimbun rumah mereka. 

Dua jembatan rusak dan 26 rumah rata dengan tanah. Kerugian ditaksir mencapai Rp1,4 miliar saat itu.

"Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun warga tetap harus waspada," ujar Nur Huda.


(Warga melintasi banjir di Jombang, MTVN - Nurul Hidayat)

Selain itu, Nur Huda juga mengingatkan warga untuk mewaspadai banjir di beberapa lokasi. Nur Huda menyebutkan banjir berpotensi terjadi di Kecamatan Mojowarno, Mojoagung, Kesamben, Sumobito, dan Tembelang.

Nur Huda mengatakan daerah-daerah itu masuk kategori siaga banjir. Sebab lokasinya berada di sekitar sungai besar namun dangkal (ini cek lagi bener gak?).

"Sungai Catak, Sungai Banteng, Sungai Panjer, dan Sungai Kali Gunting bisa saja meluap jika hujan turun dengan deras," lanjut Nur Huda.


(RRN)