Pemprov Akui Sulit Menurunkan Harga Cabai

Amaluddin    •    Jumat, 17 Feb 2017 18:13 WIB
harga cabai
Pemprov Akui Sulit Menurunkan Harga Cabai
Pomiarsih, pedagang cabai di Sidoarjo, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur kesulitan menurunkan harga cabai di pasaran. Sebab, cuaca yang tak menentu, menjadi penyebab kenaikan harga cabai.

Pantauan Metrotvnews.com, Jumat 17 Februari 2017, harga cabai rawit merah di Pasar Karah Agung dan Pasar Wonokromo, Surabaya, rata-rata mencapai Rp120 hingga Rp130 ribu per Kg. Kenaikan harga cabai mencapai 400 persen dari Desember 2016, yakni kisaran Rp30 ribu per kg.

Gubernur Jatim Soekarwo mengakui harga cabai melambung tinggi. Salah satu faktor penyebabnya yaitu cuaca yang tak menentu.

"Cuaca yang seharusnya panas kemudian masih turun hujan, ini yang jadi penyebab utama harga cabai tidak bisa diperkirakan kapan turun," kata Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu di Surabaya, Jumat 17 Januari 2017.

Pakde Karwo mengaku belum menemukan cara untuk menurunkan harga cabai. Selain terendam, tanaman cabai pun terganggu jamur dan hama.

"Setiap kena hujan, jamurnya langsung menyerang. Nah teknologi pertanian kita belum sampai ke situ (penanganan organisme pangganggu tanaman cabai, red)," kata Pakde Karwo.

Pakde Karwo mengakui Jatim bakal mengelar panen raya cabai pada awal Maret 2017. Bila hujan turun terus, Pakde Karwo pesimistis panen raya bisa menurunkan harga cabai di pasar.


(RRN)