Disbudparpora Dituding Setengah Hati Wujudkan Visit Sumenep Year 2018

Rahmatullah    •    Kamis, 03 Aug 2017 13:46 WIB
unjuk rasa
Disbudparpora Dituding Setengah Hati Wujudkan Visit Sumenep Year 2018
Aksi mahasiswa di depan kantor Disbudparpora Sumenep –- MTVN/Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Pergerakan Sumenep (P3S) menggelar demo di depan kantor Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) setempat. Mereka menilai, Disbudparpora Sumenep setengah hati mewujudkan Visit Sumenep Year 2018.

Sutrisno selaku koordinator lapangan aksi mengatakan, Visit Sumenep Year 2018 sejatinya adalah program unggulan Kabupaten Sumenep untuk meningkatkan perekenomian masyarakat melalui pariwisata. Namun, nyatanya tidak ada fasilitas memadai di tempat wisata yang akan dijadikan jujukan.

"Contohnya, Pulau Gili Iyang yang disebut-sebut sebagai wisata kesehatan. Tapi, di sana tidak ada puskesmas. Ini kan aneh," kata Sutrisno di Sumenep, Jawa Timur, Kamis 3 Agustus 2017.

Menurut Sutrisno, Pemkab Sumenep pernah menjanjikan menyediakan sepeda gunung di Pulau Gili Iyang agar bebas polusi. Faktanya, wisatawan yang berkunjung justru diangkut dengan motor roda tiga menuju tempat wisata.

Sutrisno yakin, moda transportasi itu akan mengurangi kadar oksigen di Pulau Gili Iyang. Selain itu, Disbudparpora dianggap kurang memperhatikan standar keamanan dan pelayanan pelayaran.

"Ini harus dikoreksi, sehingga Visit Sumenep Year 2018 bukan sekadar wacana," terangnya.

Kepala Disbudparpora Sumenep Sufiyanto kepada pedemo mengatakan, saat ini telah ada pos keamanan terpadu dan kesehatan di Pulau Gili Iyang. Kunci pos tersebut akan diberikan kepada pengelola besok, Jumat 4 Agustus 2017.

"Itu sudah disiapkan," ujarnya.

Terkait soal sepeda gunung, Sofi memastikan sudah ada barangnya. Sebanyak 50 unit sepeda gunung akan dikirim pada November 2017.

Sufiyanto pun menjelaskan, sudah memberikan pembinaan kepada penyedia jasa transportasi laut. Salah satu bentuk pembinaan adalah dikeluarkannya kebijakan tarif perahu. Tiap perahu dibandrol Rp850 ribu dan wajib dilengkapi alat keselamatan, seperti pelampung.

"Tapi tarif itu dirusak makelar. Perahu cukup disewa Rp400 ribu lewat jasa makelar. Tapi, standar keamanannya tidak terjamin," pungkasnya.


(NIN)