Polda Jatim Selidiki Dugaan Investasi Bodong Ustaz Yusuf Mansur

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Sabtu, 22 Jul 2017 00:38 WIB
investasi bodong
Polda Jatim Selidiki Dugaan Investasi Bodong Ustaz Yusuf Mansur
Sudarso bersama kuasa hukumnya di Mapolda Jatim. (MTVN/MK Rosyid)

Metrotvnews.com, Surabaya: Dugaan investasi bodong dengan terlapor Ustaz Yusuf Mansur mulai diselidiki Polda Jawa Timur. Jumat 21 Juli 2017, penyidik Subdit Harta Benda  Bangunan dan Tanah (Hardabangtah) Ditreskrimum Polda Jawa Timur memanggil kuasa hukum pelapor atas nama Sudarso Arif Bakuma untuk dimintai keterangan.

"Sekitar dua sampai tiga jam, usai Shalat Jumat tadi. Dan saya lihat, Polda Jawa Timur juga sudah punya banyak bekal soal kasus investasi kondominium Condotel Moya Vidi (Yogyakarta)," kata Sudarso didampingi kuasa hukumnya, Rahmad Siregar di Mapolda Jatim. 

Menurutnya, pihak kepolisian melihat kasus ini bukan hanya sebatas penipuan maupun penggelapan. "Tapi juga masalah pelanggaran undang-undang. Termasuk undang-undang investasi juga. Pihak Polda Jawa Timur melihat ada indikasi ke sana," lanjut Sudarso. 

Terlebih, kasus investasi ustaz bernama asli Jam'an Nurchotib Mansur itu menyangkut orang banyak. Tidak hanya di Jatim saja, tapi juga di beberapa daerah. "Insya Allah dalam dua atau tiga hari ke depan pihak Polda Jatim juga akan memanggil para korban untuk dimintai keterangan," ungkap Sudarso. 

Di Surabaya sendiri, ada empat korban yang sudah melapor, dan diperkirakan masih ada banyak korban lain, yang kuasa hukumnya belum menandatangani laporannya. 

Terkait pemanggilannya hari ini oleh penyidik Polda Jatim, Sudarso mengaku ada beberapa pertanyaan yang diajukan. Yang pertama terkait kasus investasi kondominium Condotel Moya Vidi di Yogyakarta. 

"Kemudian seputar keterkaitan saya dengan korban. Saya jelaskan semua keterkaitannya, berawal dari mana sepanjang investigasi saya. Saya sampaikan itu ke Polda," terangnya.

Sudarso berharap, Polda Jatim cepat menyelesaikan investigasinya terkait kasus investasi 'bodong' Yusuf Mansur ini. "Serta cepat menentukan sikap, dan kita serahkan semua ini ke Polda Jatim," harap dia.


(LDS)