Kejari Sidoarjo Endus 10 Kasus Korupsi Kepala Desa

Syaikhul Hadi    •    Senin, 19 Mar 2018 11:22 WIB
kasus korupsi
Kejari Sidoarjo Endus 10 Kasus Korupsi Kepala Desa
Ilustrasi penyidikan. Medcom.id/M Rizal

Sidoarjo: Kejaksaan Negeri Sidoarjo mencatat banyak laporan kasus jelang Pilkades serentak yang bakal digelar pada 25 Maret 2018. Dari sekian banyak laporan, setidaknya ada 10 kasus terkait korupsi yang masuk dua bulan terakhir.

Kasie Intelijen Kejaksaan Negeri Sidoarjo Idham Kholid menyebut mayoritas dugaan kasus korupsi berkaitan dengan penyelewengan Anggaran Pembanguan dan Belanja Desa (APBDes) oleh kepala desa. Pihaknya mengaku masih mengumpulkan bukti-bukti.

"Laporan-laporan yang masuk tetap kami filter. Kami bedakan mana data yang benar-benar valid atau masih sekedar prasangka," ujarnya, Minggu, 18 Maret 2018.

Penyelidikan diupayakan tak berdampak pada proses Pilkades serentak yang bakal digelar beberapa hari lagi. Hal ini juga sejalan dengan surat edaran dari Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung yang terbit beberapa waktu lalu.
 
"Prinsip kehati-hatian tetap diutamakan. Jangan sampai berimbas dan menjadi bias. Tapi tetap semua laporan yang masuk harus ditelaah dengan baik dan benar," terangnya.

Dia memastikan kelengkapan bukti menjadi satu-satunya patokan yang dipakai. Sebab, Kejari Sidoarjo dikhawatirkan justru dimanfaatkan kelompok kepentingan di musim Pilkades.

Pilkades Kabupaten Sidoarjo bakal digelar serentak pada 25 Maret 2018. Pilkades akan dilakukan di 70 dari 335 desa di Sidoarjo. Dari jumlah 70 desa tersebut, yang melaksanakan Pilkades dengan sistem e-Voting sebanyak 14 desa.


(SUR)