Perindo Ikut PDIP Laporkan Penyebar Kebencian

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 20 Oct 2017 20:03 WIB
pencemaran nama baik
Perindo Ikut PDIP Laporkan Penyebar Kebencian
DPD Perindo Sidoarjo saat melaporkan pemilik akun media sosial HD atas dugaan ujaran kebencian dalam status Facebook-nya. Foto: MTVN/Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pemilik akun media sosial Facebook berinisial HD kembali dilaporkan oleh partai politik ke Mapolresta Sidoarjo. Kali ini, pemilik akun tersebut dilaporkan DPD Perindo Sidoarjo atas dugaan ujaran kebencian dalam status medsosnya.

Kuasa Hukum DPD Partai Perindo Sidoarjo, Kuswandi, mengungkap pelaporan pemilik akun tersebut sudah menjadi solusi terakhir bagi partai. Karena dalam status yang diunggah akun pada 3 Agustus, dinilai sudah meresahkan masyarakat.

"Isinya itu 'Sejak Awal Bagi Umat Islam Partai Perindo itu ...Haram'. Terus terang kami sebagai kader sangat dirugikan," ujar Kuswandi saat di Mapolresta Sidoarjo, Jumat, 20 Oktober 2017.

Akibat statusnya tersebut, pemilik akun dilaporkan ke Mapolresta Sidoarjo. Menurutnya, pelaporan itu untuk memberi efek jera terhadap pengguna medsos yang sembarangan bicara di dunia maya.

"Kami sudah membawa bukti-bukti yang di-screenshoot. Meski saat ini sudah banyak yang dihapus. Dan dari sekian statusnya itu, yang bersangkutan banyak menebar kebencian. Termasuk kepada Perindo," jelasnya.

Pemilik akun Facebook HD dikabarkan menjadi salah satu dokter di RSUD Sidoarjo. Direktur RSUD Sidoarjo, Atok Irawan, membenarkan bahwa pemilik akun dinas di RSUD Sidoarjo. Meski begitu, persoalan ini murni atas nama pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan rumah sakit.

(Baca: PDIP Laporkan Akun Medsos yang Meresahkan Partai)

"Yang jelas pihak RSUD tidak akan memberikan bantuan hukum apapun. Karena itu menyangkut urusan pribadi," ujar dr. Atok melalui pesan singkatnya.

Pihaknya sudah mengingatkan staff, pegawai maupun dokter, tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain. Terlebih dengan penggunaan media sosial.

"Sudah kami imbau agar berhati-hati dan dewasa dalam menggunakan medsos. Sehingga tidak merugikan orang lain," paparnya.

Sementara, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris mengungkapkan sudah menerima laporan tersebut. Akun yang sama kembali dilaporkan. Pihak kepolisian berencana menindaklanjuti laporan tersebut.

"Dua-duanya sudah kami buatkan Laporan Polisi. Nanti saya disposisi kan ke unit untuk ditangani lebih lanjut," kata Kompol Harris.

Pihaknya mengingatkan agar masyarakat santun dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai mengumbar kebencian tanpa batas. "Bukan tidak mungkin, unggahan pada akun akan berdampak pada proses hukum. Sehingga harus berhati-hati sebelum melakukan tindakan," ujarnya mengingatkan.


(SUR)