Survei: Kombinasi Figur Santri Diminati di Jatim

Amaluddin    •    Senin, 23 Oct 2017 10:30 WIB
pilkada 2018
Survei: Kombinasi Figur Santri Diminati di Jatim
Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa, dua bakal calon gubernur Jatim yang lekat dengan NU, sumber foto: MI

Metrotvnews.com, Surabaya: Masyarakat menginginkan figur santri sebagai pemimpin pemerintahan Jawa Timur. Fakta itu didapat dari hasil survei yang dilakukan lembaga Initiative Institute terkait pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jatim 2018.

Direktur The Initiative Institute, Airlangga Pribadi, mengatakan survei dilakukan kepada 1.016 responden di 108 desa dan kelurahan. Waktu pengambilan data yaitu 6 hingga 20 September 2017.

"Hasil survei menunjukkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur berlatar belakang santri lebih diminati, hingga 63,3 persen," ujar Airlangga saat merilis hasil surveinya di Surabaya, Minggu malam 22 Oktober 2017.

Bisa dibilang, lanjut Airlangga, pasangan itu merupakan bagian dari Nahdlatul Ulama (NU) atau Nahdliyin. Sedangkan hasil survei menunjukkan pasangan yang memadukan latar belakang NU-Nasionalis dipilih 54,3 persen responden.


(Rilis survei The Initiative Institute terkait Pilgub Jatim 2018, Minggu 22 Oktober 2017, MTVN - Amaluddin)

Sementara 52 persen responden memilih perpaduan Nasionalis-NU. "Pilihan lain yaitu 3,1 persen," ungkap Airlangga.

Hingga kini, dua nama muncul sebagai bakal calon gubernur yaitu Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa. Kedua nama itu lekat dengan NU.

Saifullah atau Gus Ipul kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim. Mulai 2000 hingga 2010, Gus Ipul memimpin GP Ansor, organisasi kepemudaan yang berafiliasi dengan NU. Ia juga menjadi salah satu ketua di PBNU di bawah kepemimpinan KH Said Aqil Siraj.

Adapun Khofifah adalah Menteri Sosial RI yang juga menjadi Ketua Umum Muslimat NU. Masa jabatannya memimpin Muslimat NU berakhir pada 2021.

Gus Ipul telah menemukan pendampingnya maju dalam Pilgub Jatim yaitu Abdullah Azwar Anas, yang merupakan Bupati Banyuwangi. Menurut Airlangga, elektabilitas Gus Ipul-Anas naik 3 persen menjadi 36,3 persen sejak survei pada Juli 2017.

Kenaikan elejtabiltas pun terjadi pada Khofifah yang belum menemukan calon pendampingnya. Tiga bulan lalu, hasil survei menunjukkan elektabilitas Khofifah yaitu 32,4 persen. Tapi kini, jumlahnya meningkat menjadi 32,4 persen.

"Kenaikan kedua nama di atas masih dalam batas stagnan atau tidak melejit jauh. Dua nama ini masih bisa dikatakan statis perolehan suaranya dalam survei kami, karena selisih keduanya tidak mencapai 10 persen," katanya.

Airlangga mengatakan kemunculan nama sebagai bakal calon wkail gubernur dapat mendongkrak elektabilitas. Itu yang terjadi pada Gus Ipul setelah PDI Perjuangan memutuskan menyandingkan Anas sebagai pendampingnya.

Baca: Khofifah Disarankan Gadeng Wakil Non-NU

"Karena itu, Khofifah harus memilih wakil yang bisa mengimbangi elektabilitas Anas. Figur yang diambil bisa mirip profil Anas, yakni cerdas, muda dan kepala daerah," ujarnya.

Lihat video:



(RRN)