Banjir Pasuruan Serbu 800 Lebih Rumah Selama Tiga Hari

Amaluddin    •    Rabu, 20 Dec 2017 20:57 WIB
banjirbencana banjir
Banjir Pasuruan Serbu 800 Lebih Rumah Selama Tiga Hari
Warga empat kelurahan terdampak banjir di Pasuruan, Jawa Timur, tak panik karena sudah langganan. Foto: Istimewa

Pasuruan: Sekitar 800 lebih rumah warga di empat Kelurahan di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terendam banjir tiga hari belakangan. Banjir yang menerjang sejak Senin, 18 Desember 2017, di Kelurahan Kalianyar, Tambatan, Kalirejo, dan Manarwi tak kunjung surut.

“Banjir ini akibat meluapnya air di Sungai Kedunglarangan sejak Senin sore, setelah diguyur hujan deras,” kata Yudhi, warga Desa Kalianyar, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, saat dikonfirmasi Rabu, 20 Desember 2017.

Banjir mencapai ketinggian satu meter. Air tak kunjung surut karena hujan deras kembali mengguyur empat kelurahan itu sekitar pukul 16.00 WIB.

“Sejak Senin sore ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Kemudian pada hari Selasa pagi surut menjadi 30 sentimeter, dan ketinggian air naik pada sore harinya menjadi 50 sentimeter. Ketinggian air terus meningkat menjadi satu meter setelah diguyur hujan deras Rabu sore,” katanya.


Banjir di pasuruan menerjang sejak Senin, 18 Desember 2017. Foto: Istimewa

Yudhi menyebut warga tidak panik. Sebab, masyarakat sudah terbiasa dengan banjir musiman yang selalu dialami setiap tahunnya. Bahkan warga sudah siap jauh-jauh hari dan sudah memindahkan barang berharga ke tempat aman.

"Masyarakat sudah terbiasa dengan banjir, karena setiap tahun pasti terjadi,” ujarnya.

Warga setempat juga enggan dievakuasi untuk mengungsi di dua posko yang telah disiapkan oleh BPBD Kabupaten Pasuruan. Masing-masing posko berada di Kantor Kelurahan Kalirejo dan Kelurahan Kakianyar.

“Bantuan dari BPBD juga sudah ada, tapi warga belum mau dievakuasi. Karena ketinggian air belum mencapai 1,5 meter. Warga juga masih bisa tidur di rumahnya, karena rata-rata rumah warga tinggi,” katanya.


(SUR)