Soekarwo Minta Masyarakat Menyebar Nilai Gotong Royong

Amaluddin    •    Rabu, 20 Dec 2017 17:35 WIB
hksn
Soekarwo Minta Masyarakat Menyebar Nilai Gotong Royong
Gubernur Jatim Soekarwo saat Puncak Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2017. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta seluruh masyarakat menyebarluaskan nilai kegotongroyongan. Sebab, gotong royong merupakan budaya asli Indonesia, sekaligus penerapan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
 
“Nilai gotong royong ini yang membedakan Indonesia dengan bangsa lain. Semangat itu yang harus digelorakan terus,” ujar Pakde Karwo, sapaan akrabnya, saat memberi sambutan dalam Puncak Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2017 bertema 'Kesetiakawanan Sosial Perekat Keberagaman' di Lapangan Makodam V Brawijaya Surabaya, Rabu, 20 Desember 2017.
 
Pakde Karwo mengatakan semangat kebersamaan, kesetiakawanan, toleransi, dan saling membantu menjadi dasar semangat kegotongroyongan di dalam masyarakat. Bahkan, kata dia, suksesnya pembangunan di Jatim ditentukan oleh aspek kegotongroyongan.

Ia mencontohkan saat terjadi bencana banjir dan longsor di Pacitan beberapa waktu lalu, berbagai elemen masyarakat bergotong royong membangun dan membenahi daerah tersebut. 

“Dari bencana tersebut ada sebanyak 6.636 rumah dengan kondisi rusak berat, namun masyarakat secara bergotong royong berhasil memperbaiki sebanyak 400 rumah,” ujarnya.
 
Pakde Karwo juga mengapresiasi Kementerian Sosial yang melaksanakan peringatan HKSN di Jatim. Apalagi salah satu rangkaian HKSN yakni Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS) telah dilakukan di 11 kabupaten/kota di Jatim. 

“HKSN ini dapat menjadi pengingat dan peningkat nilai bangsa, yakni gotong royong,” katanya.
 
Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan peringatan HKSN tahun ini sejalan dengan langkah pemerintah yang giat membangun, baik di bidang infrastruktur maupun pembangunan manusia. 

“Semangat juang HKSN terlihat dari kebersamaan dan kegotongroyongan yang ada,” ujarnya.
 
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan semangat juang HKSN itu diperlihatkan melalui kebersamaan dan gotong royong. Cita-citanya untuk membantu dan membangun wilayah yang menjadi tuan rumah.
 
“Membangun Indonesia tidak bisa dilakukan pemerintah, tetapi untuk seluruh elemen masyarakat. Sehingga gotong royong menjadi amal bersama untuk kepentingan bersama,” imbuhnya.
 
HKSN 2017 dihadiri 10 ribu orang dari berbagai komponen masyarakat di Jatim. Semakin meriah dengan kehadiran 600 penari dan pemusik dari Madura yang membawakan tarian selamat datang 'Muang Sangkal'. Tarian menyampaikan kisah sejarah Keraton Sumenep. 


Caption: Gubernur Jatim Soekarwo saat Puncak Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2017. (Medcom.id/Amal).
(ALB)