Golkar Tetap Usung Nyono di Pilbup Jombang

Amaluddin    •    Senin, 05 Feb 2018 09:38 WIB
partai golkarkorupsi operasi tangkap tanganottpilkada 2018
Golkar Tetap Usung Nyono di Pilbup Jombang
ilustrasi Medcom.id

Surabaya: Partai Golkar tetap mengusung Nyono Suharli Wihandoko maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Jombang 2018. Hal itu dilakukan Golkar meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan prtahana Bupati Jombang itu sebagai tersangka kasus suap jual beli jabatan di Pemkab Jombang.

"Karena status tersangka tersebut belum berkekuatan hukum tetap. Jadi nunggu sampai inkrah dulu," kata Ketua Bidang Kepartaian DPP Partai Golkar, Ibnu Mundzir, usai Rakor Bidang Kepartaian Golkar Jatim, di kantor DPD Partai Golkar Jatim, di Surabaya, Minggu, 4 Februari 2018.

Mundzir menjelaskan hanya kandidat calon kepala daerah meninggal yang tidak bisa ikut Pilkada. Sementara kandidat yang berstatus tersangka masih bisa mengikuti tahapan pilkada, hingga ada keputusan dari pengadilan.

Menurut dia, Pasal 78 dan 79 PKPU Nomor 3 Tahun 2017, tak mengatur pergantian calon bupati akibat menyandang status tersangka. "Jadi memang di dalam aturan PKPU tidak mengatur kandidat yang menjadi tersangka harus diganti. Kecuali kandidatnya meninggal," katanya.

Pada tahap pendaftaran Pilbup Jombang Januari lalu, Nyono memilih berpasangan dengan kader PKB Subaidi Muchtar. Pasangan Nyono-Subaidi diusung PKB, PKS, Partai NasDem, PAN, dan Partai Golkar.

"Kami malam ini akan komunikasi dengan partai koalisi bagaimana selanjutnya dan seperti apa," kata Ketua Harian DPD Partai Golkar Jatim, Freddy Purnomo.

Menurut Freddy, pergantian calon kepala daerah hanya bisa dilakukan terhadap calon yang berhalangan tetap akibat meninggal atau sakit parah, serta menyandang status terpidana berdasarkan putusan tetap dari pengadilan.

"Status tersangka belum mempunyai kekuatan hukum tetap, ini tak bisa diganti oleh partai, juga tak bisa mengundurkan diri. KPU pun tak bisa membatalkan ini, karena aturan di PKPU seperti itu," katanya.

KPK menetapkan Bupati Jombang sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Nyono Suharli Wihandoko, sebagai tersangka dalam kasus suap jabatan Kepala Dinas Kesehatan di Kabupaten Jombang. Nyono diduga menerima suap sebesar Rp434 juta atas kasus tersebut.



(ALB)