Sembilan Desa di Sapeken Sumenep Belum Teralirkan Listrik

Rahmatullah    •    Kamis, 28 Dec 2017 20:00 WIB
listrik
Sembilan Desa di Sapeken Sumenep Belum Teralirkan Listrik
Ilustrasi pemasangan jaringan listrik di Sumenep – Medcom.id / Rahmatullah

Sumenep: Sebanyak sembilan dari 11 desa di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, belum teralirkan listrik PLN. Padahal, kecamatan yang memiliki 26 pulau itu dihuni oleh 35 ribuan jiwa.

"Sebenarnya ada satu desa lagi yang ada penerangan listriknya, yaitu di Desa Pagerungan Kecil. Tapi itu tidak dikelola PLN," kata tokoh masyarakat Kecamatan Sapeken, Sumenep Jawa Timur, Nur Asyur, Kamis, 28 Desember 2017.

Nur Asyur berharap pemerintah segera mencarikan solusi untuk sembilan desa tersebut. Beruntung dua desa lainnya sudak menikmati aliran listrik. 

"Listrik ini belum merata. Kalau di Desa Sapeken sendiri sudah menyala 24 jam," terangnya.

Mantan anggota DPRD Sumenep itu berharap pemerintah daerah menepati janji. Janji yang dimaksud adalah alokasi anggaran di ABPD 2018 lebih besar untuk kepulauan daripada daratan, yaitu 60 persen untuk kepulauan dan 40 persen daratan.

"Jadi, realisasi 60 persen dari ABPD Sumenep yang mencapai Rp2 triliun itu yang akan kita tunggu, biar persoalan di pulau Sumenep teratasi, termasuk di bidang kelistrikan," tutur dia.

Sementara Manajer PLN Rayon Sumenep, Slamet, menegaskan progam penerangan listrik untuk semua pulau di Sumenep ditargetkan tuntas pada 2021. Untuk 2018, ada tiga pulau yang akan dialiri listrik, yaitu Pulau Ra'as, Kangayan, dan Sepanjang.

Pulau Sepanjang sendiri merupakan salah satu Pulau di Kecamatan Sapeken. Di sana terdapat tiga desa, yaitu Tanjung Kiaok, Paleyat, dan Sepanjang.

"Kita nanti lakukan evaluasi terhadap kekuatan daya dan potensi pelanggan yang ada," jelasnya.


(ALB)