Risma jadi Pembicara di Arab Saudi

Antara    •    Kamis, 10 May 2018 17:55 WIB
pembangunan
Risma jadi Pembicara di Arab Saudi
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Antara

Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi pembicara First International Conference on Humanizing Cities 2018 di Arab Saudi. Dalam kesempatan itu Risma memaparkan kemajuan pembangunan Kota Pahlawan.

Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser mengatakan forum yang digelar 7-10 Mei 2018 merupakan kegiatan konferensi internasional yang dihadiri oleh panelis, pejabat pemerintah, dan peneliti guna membahas upaya mewujudkan kota yang manusiawi dan bermartabat.

"Bu Risma baru saja menjadi pembicara dalam dua sesi. Pertama, sesi plenary konferensi internasional yang memaparkan materi terkait upaya mewujudkan kota yang manusiawi dan bermartabat," katanya.

Kedua, lanjut dia, sesi panel yang membicarakan dan mendiskusikan tentang isu penting yang berkaitan dengan tema menciptakan kota yang manusiawi. "Hal inilah yang menjadi kebutuhan dasar bagi warga untuk mendapatkan kenyamanan di kotanya," kata dia.

Fikser menjelaskan, kegiatan ini dapat dijadikan platform bagi para pemimpin daerah, pemegang kebijakan, peneliti, dan perwakilan pihak swasta untuk mendiskusikan upaya mewujudkan kota yang manusiawi dan kota yang layak huni sesuai kebutuhan dan keinginan warganya.

"Selain itu, kegiatan konferensi ini menjadi langkah awal dalam membuat road map untuk menciptakan kota-kota di Arab Saudi yang manusiawi dan bermartabat serta sejalan dengan visi transformasi negara tahun 2030," kata dia.

Fikser menjelaskan, pada saat menjadi pemateri itu, Risma memaparkan tentang berbagai kemajuan pembangunan yang telah dilakukan di Kota Surabaya, mulai dari pembangunan taman, infrastruktur jalan dan fasilitas olahraga, program pendidikan gratis, kesehatan, dan sistem e-Government di Pemkot Surabaya.

Selain itu, Risma juga membahas upaya Pemkot Surabaya dalam menyiapkan warganya untuk menghadapi dunia global. Salah satu yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya dan sudah berjalan adalah membangun rumah bahasa yang di dalamnya warga dan pelajar Surabaya bisa belajar bahasa yang diinginkan.

"Selain Rumah Bahasa, bu wali juga menjelaskan Rumah Matematika yang selalu digunakan oleh para pelajar untuk belajar berpikir logika secara menyenangkan," katanya.

Bahkan, lanjut dia, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan tentang pemberdayaan UKM, pemberdayaan perempuan dan anak muda serta penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan perhatiannya terhadap penyandang disabilitas.

"Jadi, semua hal yang telah dibangun bu wali kota di Surabaya, dipaparkan dalam forum itu," katanya.

Melalui kunjungan itu, lanjut dia, rombongan Pemkot Surabaya dapat belajar tentang peran penting pemerintah daerah untuk mewujudkan kota yang manusiawi dan bermartabat.

Bahkan, lanjut dia, dapat mengetahui pengalaman terbaik dari kota-kota di Arab Saudi untuk mewujudkan kota yang bermartabat dan sejalan dengan visi transformasi negara tahun 2030.

"Kita juga bisa mempelajari peran penting pemerintah daerah dan keterlibatan warga untuk bersama-sama mewujudkan kota yang manusiawi dan bermartabat serta berkomitmen membangun kehidupan yang layak," katanya.

Selain itu, rombongan dari Surabaya juga dapat berperan aktif dalam menyampaikan best practice pembangunan Kota Surabaya menuju kota yang cerdas, manusiawi, bermartabat dan berwawasan lingkungan.

"Yang paling penting, kita juga dapat meningkatkan jalinan kerja sama luar negeri dengan kota-kota yang berpartisipasi, terutama Arab Saudi," katanya.



(ALB)