Kanwil Bea Cukai Jatim Temukan Paket Narkoba Ganja Cair

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 04 Oct 2018 17:29 WIB
kasus narkoba
Kanwil Bea Cukai Jatim Temukan Paket Narkoba Ganja Cair
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jawa Timur memperlihatkan barang bukti narkoba yang didapat dari paket jasa pengiriman melalui jalur udara, Kamis, 4 Oktober 2018. Medcom.id/ Syaikhul Hadi.

Sidoarjo: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jawa Timur I TMP Juanda menyita lima paket kiriman narkoba asal luar negeri. Paket tersebut didapat dalam kurun waktu empat bulan terakhir.

Kepala kantor pengawasan dan pelayanan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (KPPBC) Juanda, Budi Harjanto mengatakan, lima paket sejumlah narkoba. Paket didapat dari jasa pengiriman melalui jalur udara dengan menggunakan jasa pengiriman dari Negara Ethiopia, Amerika, Kanada, dan Belanda. 

"Selain sabu, ada juga pil ekstasi, ganja bubuk dan ganja cair. Ganja cair (THC) ini jarang sekali beredar di Indonesia," kata Budi di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis, 4 Oktober 2018. 

DJP Kanwil I Jatim TMP Juanda mencatat, dari 43.629 paket kiriman sejak Juli hingga September 2018, petugas melakukan penindakan terhadap lima barang paket kiriman yang masuk dari luar negeri.

Di antaranya, paket kiriman berisi 4,5 kilogram narkoba jenis Cathinone berbentuk daun kering (hijau) asal Ethiopia. 

Kedua, tujuh botol vapoor berisi narkoba jenis THC (ganja Cair) yang disamarkan dalam cairan kental berwarna kuning asal Amerika. Ketiga, 67 butir ekstasi seberat 19,7 gram yang disembunyikan dalam bentuk surat tipis asal Belanda. 

"Paket berisi ekstasi itu, kasusnya sudah kita limpahkan ke Polda Jatim. Dan penerima paket berinisial SN sudah ditetapkan sebagai DPO," tambah Budi.

Sementara, kasus keempat, petugas menemukan 130 gram berisi ganja bubuk asal Kanada. Sedangkan terakhir, Narkoba jenis MDMA seberat 10 gram asal Belanda.

"Kelima paket kiriman tersebut berhasil digagalkan petugas setelah melalui serangkaian proses pemeriksaan. Memang, mereka sengaja menggunakan nama dan alamat si penerima untuk disamarkan agar bisa mengelabui petugas," ungkap Budi.

Atas kejadian ini, KPPBC akan bekerjasama dengan jasa pengiriman untuk lebih selektif dalam menerima paket kiriman yang akan dikirimkan ke berbagai daerah. Sehingga penyelundupan narkoba dengan modus seperti ini bisa diantisipasi kedepannya.

Saat ini, kelima kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur untuk dikembangkan lebih lanjut.


(DEN)